Reni Tangmau

Reni Tangmau

Staf Administrasi pada UPT Puskesmas Oebobo

Website URL: http://puskesmasoebobo@yahoo.com   |   Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

UPT Puskesmas Oebobo melaksanakan kegiatan Posyandu Bayi Balita di wilayah kerja Puskesmas yaitu Kelurahan Oebobo, Oetete dan Fatululi.

Posyandu Bayi Balita di kelurahan Oetete awal tahun 2020 ini dilaksanakan di Posyandu Bhayangkara, salah satu Posyandu Bayi Balita di Kelurahan Oetete, pada hari Senin, 3 Februari 2020.

Ibu dan Bayi balita Sedang Mendengarkan Penyuluhan

Posyandu Bhayangkara mendapatkan kunjungan dari Ibu-ibu Bhayangkara Polresta Kupang, dengan ketua dr. Mellisa Maretta. Kunjungan ini sekaligus untuk melakukan penyuluhan tentang Novel coronavirus yang sedang marak dan meresahkan masyarakat. Menurutnya “Gejala umum berupa demam ≥380C, batuk, pilek, nyeri tenggorokan dan sesak napas, untuk memastikan seseorang terinfeksi Novel coronavirus atau bukan maka harus melalui pemeriksaan lab”.

Selain penyuluhan tentang Novel coronavirus, Tenaga Gizi dari Puskesmas Oebobo, Merly S. Rihi Pake, Amd. Gz. juga memberikan penyuluhan tentang Stunting. Stunting adalah kondisi ketika anak lebih pendek dibandingkan anak-anak lain seusianya, atau dengan kata lain, tinggi badan anak berada di bawah standar. Stunting terjadi karena kurangnya asupan gizi pada anak dalam 1000 hari pertama kehidupan, yaitu semenjak anak masih di dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun.

Penyuluhan hanyalah salah satu kegiatan dalam Posyandu. Selain itu dilakukan antropometri (pengukuran tinggi/panjang badan, berat badan), pemberian Vitamin A dan pemberian Obat Cacing.

 

Nutrisionist Merly S. Rihi Pake, Amd. Gz. bersama dr. Mellisa Maretta sedang melakukan pengukuran panjang badan balita

 

Kegiatan Posyandu di Kelurahan Oetete dilakukan kader Posyandu dengan bimbingan dari tenaga kesehatan dari UPT Puskesmas Oebobo yaitu tenaga Gizi Kelurahan Oetete Merly S. Rihi Pake, Amd. Gz., Bidan Kelurahan Oetete Dominggas Nafanu, Amd. Keb dan dokter umum.

Bulan Februari, Bulan Vitamin A

Sabtu, 01 Februari 2020 02:51

Bulan Februari dan Agustus adalah bulan vitamin A. Pada kedua bulan ini dilakukan pembagian suplementasi vitamin A Kapsul biru (dosis 100.000 IU) untuk bayi umur 6-11 bulan dan kapsul merah (dosis 200.000 IU) untuk anak umur 12-59 bulan. Vitamin A kapsul merah juga diberikan kepada ibu yang dalam masa nifas.

Kenapa sih harus mendapat vitamin A? Vitamin A/retinol terlibat dalam pembentukan, produksi, dan pertumbuhan sel darah merah, sel limfosit, antibodi juga integritas sel epitel pelapis tubuh.

Vitamin A juga dapat mencegah rabun senja, xeroftalmia, kerusakan kornea dan kebutaan serta mencegah anemia pada ibu nifas.

Kekurangan vitamin A meningkatkan risiko anak menjadi rentan terkena penyakit infeksi seperti infeksi saluran pernafasan atas, campak dan diare.

Dimana sih mendapatkannya? Kapsul vitamin A bisa diperoleh Posyandu. Jadi tunggu apa lagi? ayo Bapa, Mama.... bawa Balita anda ke Posyandu untuk mendapatkan Vitamin A...GRATIS!

 

Kelas ibu hamil merupakan sarana untuk belajar bersama tentang kesehatan bagi ibu hamil, dalam bentuk tatap muka dalam kelompok yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu-ibu mengenai kehamilan, persalinan, perawatan nifas dan perawatan bayi baru lahir, mitos, penyakit menular dan akte kelahiran.

Peserta kelas ibu hamil sebaiknya ibu hamil pada umur kehamilan 20 s/d 32 minggu, karena pada umur kehamilan ini kondisi ibu sudah kuat, tidak takut terjadi keguguran, efektif untuk melakukan senam hamil. Suami/keluarga ikut serta minimal 1 kali pertemuan sehingga dapat mengikuti berbagai materi yang penting, misalnya materi tentang persiapan persalinan atau materi yang lainnya.

Kelas Ibu Hamil UPT Puskesmas Oebobo dilakukan pada Kamis, 23 Januari 2020 Pukul 08.00 hingga selesai. Berlokasi di Ruang Pertemuan Lantai II UPT Puskesmas Oebobo.

Dihadiri oleh kurang lebih 30 orang ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Oebobo. Dengan nara sumber Bidan Laila Tjendrawasih, Amd. Keb, Bidan Maria Nurisa Feto, Amd.Keb, dan Bidan Dewi K. Samadara, Amd. Keb.

Kelas Ibu Hamil terdiri dari penyampaian materi seputar kehamilan, persalinan, masa nifas, dan perawatan Neonatus (40 hari setelah melahirkan), diakhiri dengan Senam Ibu Hamil.

Setiap ibu hamil diwajibkan memiliki buku KIA, karena di buku ini terdapat beberapa informasi tentang kehamilan.Akan tetapi, tidak semua informasi penting termuat di buku KIA. Untuk itu, dilaksanakan Kelas Ibu Hamil.

Jadi, Mari….Ibu-ibu hamil, datanglah ke Puskesmas Oebobo untuk mengikuti Kelas Ibu Hamil yang dilaksanakan oleh Tenaga Bidan Profesional. Salam Sehat.

 

Waspada Penyakit ISPA di Musim Hujan

Senin, 20 Januari 2020 00:40

Perubahan cuaca yang tiba-tiba hujan deras dan kemudian panas dengan selang waktu yang cepat, membuat suhu udara berubah drastis. Hal ini tentu saja berpengaruh pada kondisi tubuh seseorang.

Tak jarang, perubahan cuaca ini menjadi penyebab banyaknya penyakit yang bermunculan. Salah satu penyakit yang muncul dan menyerang orang saat musim hujan tiba adalah penyakit ISPA. Penyakit ini perlu diwaspadai.

ISPA adalah penyakit yang menyerang pada saluran pernapasan. Penyakit ISPA merupakan singkatan dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut. Infeksi penyakit ini biasanya membuat penderita penyakit ISPA tidak dapat melakukan aktivitasnya sehari-hari seperti sekolah atau bekerja. Penyakit ISPA sering muncul pada musim hujan, walaupun sebenarnya secara umum dapat menyerang kapan saja.

Penyebab ISPA

Penyebab ISPA adalah virus atau bakteri, yang mudah sekali menular. Penularan virus atau bakteri penyebab ISPA dapat terjadi melalui kontak dengan percikan air liur orang yang terinfeksi. Virus atau bakteri dalam percikan liur akan menyebar melalui udara, masuk ke hidung atau mulut orang lain.

Selain kontak langsung dengan percikan liur penderita, virus juga dapat menyebar melalui sentuhan dengan benda yang terkontaminasi, atau berjabat tangan dengan penderita.

Walaupun penyebarannya mudah, ada beberapa kelompok orang yang lebih rentan tertular ISPA, yaitu:

1. Anak-anak dan lansia

Anak-anak dan lansia memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah, sehingga rentan terhadap berbagai infeksi. Selain itu, penyebaran virus atau bakteri ISPA di kalangan anak-anak dapat terjadi sangat cepat karena anak-anak banyak berinteraksi secara dekat dan melakukan kontak dengan anak-anak yang lain.

2. Orang dewasa dengan sistem kekebalan tubuh lemah

Sistem kekebalan tubuh sangat berpengaruh dalam melawan infeksi virus maupun bakteri. Ketika kekebalan tubuh menurun, maka risiko terinfeksi akan semakin meningkat. Salah satunya adalah penderita AIDS atau kanker.

3. Penderita gangguan jantung dan paru-paru

ISPA lebih sering terjadi pada orang yang sudah memiliki penyakit jantung atau gangguan pada paru-paru sebelumnya.

4. Perokok aktif

Perokok lebih berisiko mengalami gangguan fungsi paru dan saluran pernapasan, sehingga rentan mengalami ISPA dan cenderung lebih sulit untuk pulih.

Gejala ISPA

Gejala dari infeksi saluran pernapasan akut berlangsung antara 1-2 minggu. Sebagian besar penderita akan mengalami perbaikan gejala setelah minggu pertama. Gejala tersebut adalah:

Kapan Harus ke Dokter

ISPA, terutama karena virus, akan membaik dengan sendirinya tanpa perlu pengobatan khusus. Rasa tidak nyaman dan demam dapat diredakan dengan kompres pada daerah dahi, ketiak, dan selangkangan, serta konsumsi obat paracetamol yang dijual bebas. Selain mengatasi demam, paracetamol juga dapat mengurangi nyeri dan rasa tidak nyaman yang menyertai ISPA.

Jika keluhan dirasakan semakin memburuk, demam tidak mau turun walaupun diberikan obat penurun panas, atau muncul gejala yang lebih serius, seperti menggigil, sesak napas, batuk darah, atau penurunan kesadaran, segeralah pergi ke instalasi gawat darurat (IGD) di rumah sakit terdekat.

Pada anak-anak, selain keluhan di atas, segeralah bawa anak ke Puskesmas atau dokter bila ISPA disertai dengan gejala sebagai berikut:

  • Sulit bernapas, bisa terlihat dari tulang iga yang nampak jelas saat bernapas (retraksi).
  • Muntah-muntah.
  • Menjadi malas bermain.
  • Menjadi lebih diam dibandingkan
  • Muncul suara bengek saat menghembuskan napas.

Seperti telah disebutkan sebelumnya, ISPA paling sering disebabkan oleh virus, sehingga akan sembuh sendiri tanpa perlu penanganan khusus. Beberapa tindakan untuk meredakan gejala dapat dilakukan secara mandiri di rumah, yaitu dengan:

  • Memperbanyak istirahat dan konsumsi air putih untuk mengencerkan dahak, sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan.
  • Mengonsumsi minuman lemon hangat atau madu untuk membantu meredakan batuk.
  • Berkumur dengan air hangat yang diberi garam, jika mengalami sakit tenggorokan.
  • Menghirup uap dari semangkuk air panas yang telah dicampur dengan minyak kayu putih atau mentol untuk meredakan hidung yang tersumbat.
  • Memposisikan kepala lebih tinggi ketika tidur dengan menggunakan bantal tambahan, untuk melancarkan pernapasan.

Pencegahan ISPA

Tindakan pencegahan utama ISPA adalah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Beberapa cara yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Cuci tangan secara teratur, terutama setelah beraktivitas di tempat umum.
  • Hindari menyentuh wajah, terutama bagian mulut, hidung, dan mata, untuk menghindari penularan virus dan bakteri.
  • Gunakan sapu tangan atau tisu untuk menutup mulut ketika bersin atau batuk. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit ke orang lain.
  • Perbanyak konsumsi makanan kaya vitamin, terutama vitamin C, untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Olahraga secara teratur.
  • Berhenti merokok.
  • Lakukan vaksinasi, baik vaksin MMR, influenza, atau pneumonia. Diskusikan dengan dokter mengenai keperluan, manfaat, dan risiko dari vaksinasi ini.

sumber : www.liputan6.com, www.alodokter.com

 

 

Waspada DBD

Jumat, 17 Januari 2020 01:35

Hujan yang turun tak menentu diselingi panas tanpa disadari  memicu munculnya ancaman yaitu nyamuk. Nyamuk Aedes aegypti merupakan media penularan virus dengue yang menjadi penyebab DBD. Namun jangan kuatir, DBD dapat kita cegah. Untuk itu perhatikan informasi berikut.

Posyandu adalah kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan. Kegiatan Posyandu bertujuan untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta meningkatkan peran serta masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan keluarga berencana serta kegiatan lainnya yang menunjang untuk tercapainya masyarakat sehat sejahtera.

Kader sebagai tenaga pelaksana kegiatan posyandu perlu ditingkatkan kapasitasnya dalam memberikan pelayanan. Melalui Kegiatan Refreshing Kader Posyandu Balita diharapkan kader dapat meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan motivasi untuk mengembangkan pelayanan dan program tambahan lainnya di posyandu masing-masing.

Refreshing Kader Posyandu Balita UPT Puskesmas Oebobo dilakukan pada Jumat, 13 Desember 2019 Pukul 09.00 hingga selesai. Berlokasi di FS. Square Meeting Room and Resto lantai 2, Jalan Shoping Center, Fatululi.

Dihadiri oleh 110 orang Kader Posyandu Balita di wilayah kerja Puskesmas Oebobo. Dengan nara sumber petugas Promosi Kesehatan Masyarakat Puskesmas Oebobo Afiani Kinle’e, S.Km, Petugas Gizi, Merly S. Rihi Pake, Amd.Gz, Bidan Kelurahan Fatululi Nelci S.E. Lapudooh, Amd. Keb, Bidan Kelurahan Oetete Dominggas Nafanu, Amd.Keb, dan Bidan Kelurahan Oebobo Maria Nurisa Feto, Amd.Keb.

Kegiatan Refreshing Kader Posyandu Balita dilakukan melalui ceramah dan diskusi tentang Posyandu dan Startifikasi Posyandu, pengisian KMS dan Pengukuran Lila untuk deteksi Dini PGBT, dan Tanda Bahaya Kehamilan. Diakhiri dengan Penggalangan Komitmen bersama Kader Posyandu Balita untuk Peningkatan Pelayanan Posyandu di wilayah posyandu masing-masing.

Fasilitator Gizi dan Petugas Gizi UPT Puskesmas Oebobo Merly S. Rihi Pake, Amd.Gz Sedang Mempraktekan Cara Pengukuran LILA Pada Balita

UPT Puskesmas Oebobo dikunjungi oleh Peneliti dari Universitas Brawijaya, Malang.

Kunjungan dilakukan pada hari Selasa, 3 Desember 2019.

Kedatangan teman-teman disambut hangat oleh Kepala Puskesmas Oebobo, drg. Suwidji D. R. Banantari beserta Penanggung Jawab Program Disabilitas Yovita Nggame, Amd. Kep.

Kunjungan ini terkait riset/penelitian yang akan dilakukan PHDF Tentang Anak-anak Berkebutuhan Khusus, terutama Anak Down Syndrom.

Selama kunjungan dilakukan tanya jawab dan pengisian checklist.

Harapan kedepannya adalah kiranya UPT Puskesmas Oebobo semakin maju dalam pelayanan terhadap anak-anak berkebutuhan khusus.

3 Desember, Hari Disabilitas Internasional

Selasa, 03 Desember 2019 06:10

Hari Disabilitas Internasional atau Hari Penyandang Disabilitas Internasional diperingati setiap tanggal 3 Desember.

Peringatan tahunan Hari Difabel Internasional ini diproklamasikan pada Tahun 1992 oleh Majelis Umum PBB 47/3.

Hari Disabilitas ini diperingati untuk memperjuangkan hak-hak dan kesejahteraan para penyandang disabilitas di semua bidang dan pembangunan. Hari ini juga dibuat untuk meningkatkan kesadaran terhadap situasi para difabel di setiap aspek kehidupan, baik politik, sosial, ekonomi, dan budaya.

 

Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas, yang diadopsi pada 2006, telah semakin memajukan hak dan kesejahteraan penyandang disabilitas dalam implementasi Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan dan kerangka kerja pembangunan internasional lainnya. Beberapa kerangka kerja pembangunan internasional yang dimaksud seperti Kerangka Sendai untuk Pengurangan Risiko Bencana, Piagam tentang Penyertaan Penyandang Disabilitas dalam Aksi Kemanusiaan, Agenda Urban Baru, dan Agenda Aksi Addis Ababa tentang Pendanaan untuk Pembangunan.

 

Tema Hari Disabilitas tahun ini yaitu mempromosikan partisipasi penyandang disabilitas dan kepemimpinan mereka untuk mengambil peran pada Agenda Pembangunan 2030.

Tahun ini, Hari Penyandang Disabilitas Internasional (IDPD) berfokus pada pemberdayaan penyandang disabilitas untuk pembangunan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan. Hal ini seperti yang diantisipasi dalam Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan. Agenda 2030 Pembangunan Berkelanjutan berjanji untuk 'tidak meninggalkan siapa pun' dan mengakui disabilitas. sebagai isu lintas sektoral, untuk dipertimbangkan dalam implementasi 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Disabilitas dirujuk di berbagai bagian SDG dan khususnya di bagian yang terkait dengan pendidikan, pertumbuhan dan lapangan kerja, ketimpangan, aksesibilitas permukiman, serta pengumpulan data, dan pemantauan SDG.

sumber : www.tirto.id, www.kaltim.tribunnews.com

Si Gigi Bungsu yang Bikin Meringis

Kamis, 07 November 2019 02:09

Tumbuh gigi tidak hanya dialami anak kecil, orang dewasa pun mengalaminya, ketika gigi bungsu tumbuh. Gigi bungsu disebut juga wisdom tooth atau gigi geraham ketiga.

Pencabutan gigi bungsu perlu dilakukan apabila gigi tersebut tumbuh pada posisi yang miring atau tidak memiliki cukup ruang untuk tumbuh. Beberapa kriteria pertumbuhan gigi bungsu yang salah adalah tumbuh ke arah gigi geraham di sebelahnya, tumbuh ke belakang mulut, tumbuh hanya sebagian karena ruang tumbuh gigi tidak cukup dan tertanam di dalam tulang rahang.

Cabut gigi bungsu disebut juga dengan operasi odontektomi. Pada kasus pencabutan sederhana, prosedur ini bisa dilakukan oleh dokter gigi umum. Namun, pada kasus yang cukup sulit, maka cabut gigi bungsu perlu dilakukan oleh dokter gigi spesialis.

Setiap orang idealnya memiliki empat gigi bungsu yang baru tumbuh ketika mereka dewasa, yaitu dua di bawah dan dua di atas. Gejala yang hampir selalu terjadi adalah gigi bungsu tumbuh miring karena tidak ada ruang lagi di rahang.

Ketika hal ini terjadi, biasanya seseorang akan merasakan nyeri luar biasa. Itulah mengapa sering ada kondisi ketika orang dewasa kesakitan bahkan harus izin bekerja atau kuliah karena tumbuh gigi.

Gejala lain yang mungkin terasa saat gigi bungsu tumbuh adalah:

  • Gusi membengkak
  • Nyeri rahang
  • Napas tidak sedap
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Rasa pahit di mulut
  • Sulit membuka mulut 

Tidak bisa dipastikan pula gigi bungsu tumbuh berapa lama. Ada orang yang hanya merasakan nyeri sesaat dan hilang dengan sendirinya. 

Ada pula yang selama berminggu-minggu merasakan nyeri. Bahkan ada juga yang tidak merasakan sakit sama sekali karena gigi bungsu dapat tumbuh ke atas dan tidak menabrak gigi geraham lainnya.

Daripada menerka-nerka gigi bungsu tumbuh berapa lama dan harus menahan nyeri yang mengganggu aktivitas, cabut gigi bungsu adalah pilihan terbaik.

Disadur dari https://www.sehatq.com

Posyandu tidak hanya penting bagi balita maupun ibu hamil. Lansia juga membutuhkan posyandu untuk memantau kesehatan mereka.

Proses penuaan akan berdampak pada berbagai aspek kehidupan. Ditinjau dari aspek kesehatan pertambahan usia, maka lansia akan semakin rentan terhadap berbagai keluhan fisik dan psikis.

Untuk itu, pemerintah telah menyediakan layanan kesehatan bagi lansia berupa posyandu lansia untuk memperhatikan  status kesehatan para lansia di Indonesia.

Posyandu Lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia lanjut di suatu wilayah tertentu, yang sudah disepakati dan digerakkan oleh masyarakat di mana mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan.

Peserta posyandu lansia termasuk kelompok pra usia lanjut (45-59 tahun), kelompok usia lanjut (60 tahun ke atas), dan kelompok usia lanjut dengan risiko tinggi (70 tahun ke atas).

UPT Puskesmas Oebobo menyediakan Posyandu Lansia untuk memantau kesehatan masyarakat usia lanjut di wilayah kerja UPT Puskesmas Oebobo yang mencakup Kelurahan Oebobo, Oetete dan Fatululi.

Posyandu Lansia terdiri dari Posyandu Lansia Pniel I, Posyandu Pniel II, dan Posyandu Kelapa Gading di Kelurahan Oebobo.

Opa Oma antusias mengikuti rangkaian kegiatan di Posyandu Lansia Pniel
Perawat Yofita Nggame, Amd. Kep sedang memberikan penyuluhan tentang Kesehatan Olahraga bagi Lansia di Posyandu Lansia Pniel

Posyandu Kefas, Posyandu Lourdes, dan Posyandu Mawar di Kelurahan Oetete.

Kiri ke Kanan :  Perawat Meryanti, S. Kep, Ns , Asisten Apoteker Berthalia Tapaha, Amd, Farm dan Perawat Ni Wayan Nuriasih, Amd, sedang melakukan pemeriksaan kesehatan sederhana bagi Lansia di Posyandu Lansia Kefas

 

Posyandu Karmel dan Posyandu Petra di Kelurahan Fatululi.

Posyandu Lansia diselenggarakan setiap bulan. Untuk tahun 2019, Posyandu Lansia Pniel I dilaksanakan setiap pada tanggal 24, Posyandu Pniel II setiap tanggal 17, dan Posyandu Kelapa Gading setiap tanggal 7.

Posyandu Kefas setiap tanggal 15, Posyandu Lourdes setiap tanggal 8, dan Posyandu Mawar setiap tanggal 10.

Posyandu Karmel setiap tanggal 20 dan Posyandu Petra setiap tanggal 22.

Kegiatan Posyandu mencakup pemeriksaan kesehatan berupa pemeriksaan kesehatan sederhana, pemeriksaan lab sederhana, penyuluhan, dan konseling.

Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga kesehatan dari UPT Puskesmas Oebobo yang terdiri dari Dokter Umum, Perawat, Analis Kesehatan, serta Asisten Apoteker di bawah Penanggung Jawab Upaya Kesehatan Lansia UPT Puskesmas Oebobo, yaitu Yuniyati Abineno, Amd. Kep.

Posyandu Lansia diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan lansia, baik fisik maupun psikologis. Atau secara khusus meningkatkan kesadaran para usia lanjut untuk membina sendiri kesehatannya, baik kesehatan fisik dan psikologis, meningkatkan kemampuan dan peran serta keluarga dan masyarakat dalam mengatasi kesehatan usia lanjut, meningkatkan jenis dan jangkauan pelayanan kesehatan usia lanjut, dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan usia lanjut.

 

Halaman 1 dari 5