Reni Tangmau

Reni Tangmau

Staf Administrasi pada UPT Puskesmas Oebobo

Website URL: http://puskesmasoebobo@yahoo.com   |   Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Dalam rangka meningkatkan pengetahuan tentang penyakit TBC, UPTD Puskesmas Oebobo bekerjasama dengan PERDHAKI mengadakan kegiatan Review Tugas PMO (Pengawas Menelan Obat) TBC pada hari Rabu,  12 Maret 2020 di Ruang Pertemuan UPTD Puskesmas Oebobo.

Kegiatan  ini difasilitasi oleh Penanggung Jawab Program TB Perawat Meryanti, S.Kep, Ns Kegiatan ini dihadiri oleh PMO TBC di wilayah kerja UPTD Puskesmas Oebobo.

Review Tugas PMO TBC bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan & ketrampilan para PMO, serta untuk mengevaluasi peran PMO dalam program penanggulangan TBC di wilayah kerja UPTD Puskesmas Oebobo.

Kegiatan Review Tugas PMO TBC merupakan salah satu dari berbagai kegiatan Program TBC di UPTD Puskesmas Oebobo. Ada juga Deteksi Dini TBC, Penemuan Pasien TBC, Pengambilan Spesimen Dahak, Pemberian Obat TBC gratis selama 6 hingga 9 bulan di puskesmas bagi penderita TB,  serta kegiatan penyuluhan TBC di Posyandu-posyandu di Kelurahan Oebobo, Oetete dan Fatululi.

Akhir kata, UPTD Puskesmas Oebobo mengucapkan Selamat hari TBC sedunia Tahun 2020. Kiranya melalui berbagi kegiatan Program TB di UPTD Puskesmas Oebobo diharapkan dapat mewujudkan eliminasi TBC di Indonesia umumnya dan Kota Kupang Khususnya.

 

 

UPTD Puskesmas Oebobo melakukan upaya mengurangi penyebaran Covid – 19 dengan menerapkan Social Distancing (pembatasan sosial) sesuai dengan instruksi Walikota Kupang. Melalui sosialisasi terkait Social Distancing, Puskesmas Oebobo mengingatkan masyarakat untuk sebisa mungkin berdiam di rumah, hindari tempat umum seperti mall dan bioskop, hindari tempat lembab dan ber-AC, usahakan berada di ruang terbuka dan berjemur matahari, hindari keramaian dan kegiatan massal. Sementara itu diberi jarak antara pasien dengan pasien, pasien dengan petugas kesehatan serta mengingatkan masyarakat untuk mencuci tangan dengan sabun, atau menggunakan hand saniter, juga menjaga kesehatan dengan makan makanan yang bergizi untuk memperkuat daya tahan tubuh.

Social distancing sangat penting untuk memerangi pandemi covid-19 karena saat ini belum ada vaksin yang ditemukan. Anda harus melakukan segala upaya untuk sebisa mungkin menjaga jarak secara fisik dengan satu sama lain. 
 
Social distancing dilakukan selama 14 hari, poin utamanya adalah untuk menyelamatkan ribuan orang. Virus ini memiliki waktu inkubasi selama 14 hari.
 
Saat banyak orang melakukan aktivitasnya di rumah saja, maka laju penularannya bisa berkurang dan bahkan berhenti. Dengan seperti itu para tenaga medis bisa punya waktu untuk mengobati mereka yang sudah terpapar virus covid-19 sampai sembuh.
 
Social distancing diharapkan bisa menjadi jawaban untuk menghindari beludaknya pasien di rumah sakit seperti yang terjadi di Wuhan, Tiongkok dan Italia. 
 
Anda tidak perlu khawatir dengan berdiam diri di rumah. Ini karena Anda bisa tetap melakukan aktivitas seperti biasa di sana dengan menggunakan internet. Ini menjadi cara untuk lebih bersantai tapi tetap produktif.

 

Dengan social distancing, maka risiko Anda untuk tertular dari COVID-19 dari orang lain akan berkurang. Sebaliknya, jika Anda ternyata terinfeksi tapi tidak menyadarinya, maka menjauhkan diri dari keramaian akan sangat membantu mencegah penyebaran.

Virus SARS-COV2 yang merupakan penyebab COVID-19, menyebar melalui droplet atau percikan air liur. Jadi, jika seseorang yang terinfeksi virus ini kemudian tidak sengaja batuk atau bersin tanpa menutup mulutnya, maka droplet akan jatuh pada permukaan yang ada di dekatnya.

Saat ada orang lain yang tidak terinfeksi memegang permukaan tersebut, lalu menyentuh mulut, hidung atau matanya tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, maka ia berisiko tinggi ikut tertular. Inilah yang membuat angka penularan penyakit ini naik drastis dalam waktu singkat.

Banyak orang yang tidak sadar bahwa dirinya terinfeksi, lalu pergi ke berbagai lokasi untuk menemui teman dan kerabatnya. Akibatnya, penyebaran virus ini semakin luas. Apalagi, virus ini sudah bisa menular ke orang lain, meskipun orang-orang yang terinfeksi tidak merasakan gejala yang berat. Mereka bisa saja merasa sehat dan hanya sedikit bersin-bersin atau flu, namun ternyata sudah terinfeksi COVID-19.

Bayangkan jika orang yang terinfeksi itu masih tetap masuk kerja, sekolah, datang ke seminar, atau konser musik. Meski awalnya yang terinfeksi hanya satu orang, namun setelah menyebar, bisa saja ribuan orang lainnya yang berada di tempat tersebut, juga terinfeksi.

Jadi mulai sekarang, agar penyebaran virus ini tidak makin meluas di Indonesia, peran yang bisa Anda lakukan adalah dengan melakukan social distancing. Jangan beraktivitas di luar rumah kecuali jika benar-benar diperlukan. Untuk sementara waktu, hindari berkumpul secara langsung dengan teman atau saudara. Tidak perlu juga untuk mengunjungi pusat keramaian seperti mal atau tempat wisata.

Mengenal Coronavirus

Selasa, 03 Maret 2020 00:33

Pengertian Coronavirus

Coronavirus atau virus corona merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas ringan hingga sedang, seperti penyakit flu. Banyak orang terinfeksi virus ini, setidaknya satu kali dalam hidupnya.

Namun, beberapa jenis virus corona juga bisa menimbulkan penyakit yang lebih serius, seperti:

Faktor Risiko Infeksi Coronavirus  

Siapa pun dapat terinfeksi virus corona. Akan tetapi, bayi dan anak kecil, serta orang dengan kekebalan tubuh yang lemah lebih rentan terhadap serangan virus ini. Selain itu, kondisi musim juga mungkin berpengaruh. Contohnya, di Amerika Serikat, infeksi virus corona lebih umum terjadi pada musim gugur dan musim dingin. 

Di samping itu, seseorang yang tinggal atau berkunjung ke daerah atau negara yang rawan virus corona, juga berisiko terserang penyakit ini. Misalnya, berkunjung ke Tiongkok, khususnya kota Wuhan, yang pernah menjadi wabah 2019-nCoV pada Desember 2019 hingga Januari 2020. 

Penyebab Infeksi Coronavirus  

Infeksi coronavirus disebabkan oleh virus corona itu sendiri. Kebanyakan virus corona menyebar seperti virus lain pada umumnya, seperti: 

  • Percikan air liur pengidap (bantuk dan bersin).
  • Menyentuh tangan atau wajah orang yang terinfeksi.
  • Menyentuh mata, hidung, atau mulut setelah memegang barang yang terkena percikan air liur pengidap virus corona
  • Tinja atau feses (jarang terjadi)

Khusus untuk, novel coronavirus atau 2019-nCoV, masa inkubasi belum diketahui secara pasti. Namun, rata-rata gejala yang timbul setelah 2-14 hari setelah virus pertama masuk ke dalam tubuh. Di samping itu, metode transmisi 2019-nCoV juga belum diketahui dengan pasti. Awalnya, virus corona jenis 2019-nCoV diduga bersumber dari hewan. Virus corona  2019-nCoV merupakan virus yang beredar pada beberapa hewan, termasuk unta, kucing, dan kelelawar. 

Sebenarnya virus ini jarang sekali berevolusi dan menginfeksi manusia dan menyebar ke individu lainnya. Namun, kasus di Tiongkok kini menjadi bukti nyata kalau virus ini bisa menyebar dari hewan ke manusia. Bahkan, kini penularannya bisa dari manusia ke manusia. 

Gejala Infeksi Coronavirus  

Virus corona bisa menimbulkan beragam gejala pada pengidapnya. Gejala yang muncul ini bergantung pada jenis virus corona yang menyerang, dan seberapa serius infeksi yang terjadi. Berikut beberapa gejala virus corona yang terbilang ringan:

  • Hidung beringus.
  • Sakit kepala.
  • Batuk.
  • Sakit tenggorokan.
  • Demam.
  • Merasa tidak enak badan.

Hal yang perlu ditegaskan, beberapa virus corona dapat menyebabkan gejala yang parah. Infeksinya dapat berubah menjadi bronkitis dan pneumonia (disebabkan oleh 2019-nCoV) , yang menyebabkan gejala seperti:

  • Demam yang mungkin cukup tinggi bila pasien mengidap pneumonia.
  • Batuk dengan lendir.
  • Sesak napas.
  • Nyeri dada atau sesak saat bernapas dan batuk.

Infeksi bisa semakin parah bila menyerang kelompok individu tertentu. Contohnya orang dengan penyakit jantung atau paru-paru, orang dengan sistem kekebalan yang lemah, bayi, dan lansia. 

Pencegahan Infeksi Coronavirus 

Sampai saat ini belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus corona. Namun, setidaknya ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terjangkit virus ini. Berikut upaya yang bisa dilakukan: 

  • Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik hingga bersih.
  • Hindari menyentuh wajah, hidung, atau mulut saat tangan dalam keadaan kotor atau belum dicuci.
  • Hindari kontak langsung atau berdekatan dengan orang yang sakit.
  • Hindari menyentuh hewan atau unggas liar. 
  • Membersihkan dan mensterilkan permukaan benda yang sering digunakan. 
  • Tutup hidung dan mulut ketika bersin atau batuk dengan tisu. Kemudian, buanglah tisu dan cuci tangan hingga bersih. 
  • Jangan keluar rumah dalam keadaan sakit.
  • Kenakan masker dan segera berobat ke fasilitas kesehatan ketika mengalami gejala penyakit saluran napas. 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika gejala-gejala infeksi virus corona tak kunjung membaik dalam hitungan hari, atau gejalanya semakin berkembang, segeralah temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Diagnosis dan penanganan yang cepat dan tepat, bisa meningkatkan peluang kesembuhan infeksi virus tersebut. 

sumber: www.halodoc.com

UPT Puskesmas Oebobo melaksanakan kegiatan Posyandu Bayi Balita di wilayah kerja Puskesmas yaitu Kelurahan Oebobo, Oetete dan Fatululi.

Posyandu Bayi Balita di kelurahan Oetete awal tahun 2020 ini dilaksanakan di Posyandu Bhayangkara, salah satu Posyandu Bayi Balita di Kelurahan Oetete, pada hari Senin, 3 Februari 2020.

Ibu dan Bayi balita Sedang Mendengarkan Penyuluhan

Posyandu Bhayangkara mendapatkan kunjungan dari Ibu-ibu Bhayangkara Polresta Kupang, dengan ketua dr. Mellisa Maretta. Kunjungan ini sekaligus untuk melakukan penyuluhan tentang Novel coronavirus yang sedang marak dan meresahkan masyarakat. Menurutnya “Gejala umum berupa demam ≥380C, batuk, pilek, nyeri tenggorokan dan sesak napas, untuk memastikan seseorang terinfeksi Novel coronavirus atau bukan maka harus melalui pemeriksaan lab”.

Selain penyuluhan tentang Novel coronavirus, Tenaga Gizi dari Puskesmas Oebobo, Merly S. Rihi Pake, Amd. Gz. juga memberikan penyuluhan tentang Stunting. Stunting adalah kondisi ketika anak lebih pendek dibandingkan anak-anak lain seusianya, atau dengan kata lain, tinggi badan anak berada di bawah standar. Stunting terjadi karena kurangnya asupan gizi pada anak dalam 1000 hari pertama kehidupan, yaitu semenjak anak masih di dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun.

Penyuluhan hanyalah salah satu kegiatan dalam Posyandu. Selain itu dilakukan antropometri (pengukuran tinggi/panjang badan, berat badan), pemberian Vitamin A dan pemberian Obat Cacing.

 

Nutrisionist Merly S. Rihi Pake, Amd. Gz. bersama dr. Mellisa Maretta sedang melakukan pengukuran panjang badan balita

 

Kegiatan Posyandu di Kelurahan Oetete dilakukan kader Posyandu dengan bimbingan dari tenaga kesehatan dari UPT Puskesmas Oebobo yaitu tenaga Gizi Kelurahan Oetete Merly S. Rihi Pake, Amd. Gz., Bidan Kelurahan Oetete Dominggas Nafanu, Amd. Keb dan dokter umum.

Bulan Februari, Bulan Vitamin A

Sabtu, 01 Februari 2020 02:51

Bulan Februari dan Agustus adalah bulan vitamin A. Pada kedua bulan ini dilakukan pembagian suplementasi vitamin A Kapsul biru (dosis 100.000 IU) untuk bayi umur 6-11 bulan dan kapsul merah (dosis 200.000 IU) untuk anak umur 12-59 bulan. Vitamin A kapsul merah juga diberikan kepada ibu yang dalam masa nifas.

Kenapa sih harus mendapat vitamin A? Vitamin A/retinol terlibat dalam pembentukan, produksi, dan pertumbuhan sel darah merah, sel limfosit, antibodi juga integritas sel epitel pelapis tubuh.

Vitamin A juga dapat mencegah rabun senja, xeroftalmia, kerusakan kornea dan kebutaan serta mencegah anemia pada ibu nifas.

Kekurangan vitamin A meningkatkan risiko anak menjadi rentan terkena penyakit infeksi seperti infeksi saluran pernafasan atas, campak dan diare.

Dimana sih mendapatkannya? Kapsul vitamin A bisa diperoleh Posyandu. Jadi tunggu apa lagi? ayo Bapa, Mama.... bawa Balita anda ke Posyandu untuk mendapatkan Vitamin A...GRATIS!

 

Kelas ibu hamil merupakan sarana untuk belajar bersama tentang kesehatan bagi ibu hamil, dalam bentuk tatap muka dalam kelompok yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu-ibu mengenai kehamilan, persalinan, perawatan nifas dan perawatan bayi baru lahir, mitos, penyakit menular dan akte kelahiran.

Peserta kelas ibu hamil sebaiknya ibu hamil pada umur kehamilan 20 s/d 32 minggu, karena pada umur kehamilan ini kondisi ibu sudah kuat, tidak takut terjadi keguguran, efektif untuk melakukan senam hamil. Suami/keluarga ikut serta minimal 1 kali pertemuan sehingga dapat mengikuti berbagai materi yang penting, misalnya materi tentang persiapan persalinan atau materi yang lainnya.

Kelas Ibu Hamil UPT Puskesmas Oebobo dilakukan pada Kamis, 23 Januari 2020 Pukul 08.00 hingga selesai. Berlokasi di Ruang Pertemuan Lantai II UPT Puskesmas Oebobo.

Dihadiri oleh kurang lebih 30 orang ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Oebobo. Dengan nara sumber Bidan Laila Tjendrawasih, Amd. Keb, Bidan Maria Nurisa Feto, Amd.Keb, dan Bidan Dewi K. Samadara, Amd. Keb.

Kelas Ibu Hamil terdiri dari penyampaian materi seputar kehamilan, persalinan, masa nifas, dan perawatan Neonatus (40 hari setelah melahirkan), diakhiri dengan Senam Ibu Hamil.

Setiap ibu hamil diwajibkan memiliki buku KIA, karena di buku ini terdapat beberapa informasi tentang kehamilan.Akan tetapi, tidak semua informasi penting termuat di buku KIA. Untuk itu, dilaksanakan Kelas Ibu Hamil.

Jadi, Mari….Ibu-ibu hamil, datanglah ke Puskesmas Oebobo untuk mengikuti Kelas Ibu Hamil yang dilaksanakan oleh Tenaga Bidan Profesional. Salam Sehat.

 

Waspada Penyakit ISPA di Musim Hujan

Senin, 20 Januari 2020 00:40

Perubahan cuaca yang tiba-tiba hujan deras dan kemudian panas dengan selang waktu yang cepat, membuat suhu udara berubah drastis. Hal ini tentu saja berpengaruh pada kondisi tubuh seseorang.

Tak jarang, perubahan cuaca ini menjadi penyebab banyaknya penyakit yang bermunculan. Salah satu penyakit yang muncul dan menyerang orang saat musim hujan tiba adalah penyakit ISPA. Penyakit ini perlu diwaspadai.

ISPA adalah penyakit yang menyerang pada saluran pernapasan. Penyakit ISPA merupakan singkatan dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut. Infeksi penyakit ini biasanya membuat penderita penyakit ISPA tidak dapat melakukan aktivitasnya sehari-hari seperti sekolah atau bekerja. Penyakit ISPA sering muncul pada musim hujan, walaupun sebenarnya secara umum dapat menyerang kapan saja.

Penyebab ISPA

Penyebab ISPA adalah virus atau bakteri, yang mudah sekali menular. Penularan virus atau bakteri penyebab ISPA dapat terjadi melalui kontak dengan percikan air liur orang yang terinfeksi. Virus atau bakteri dalam percikan liur akan menyebar melalui udara, masuk ke hidung atau mulut orang lain.

Selain kontak langsung dengan percikan liur penderita, virus juga dapat menyebar melalui sentuhan dengan benda yang terkontaminasi, atau berjabat tangan dengan penderita.

Walaupun penyebarannya mudah, ada beberapa kelompok orang yang lebih rentan tertular ISPA, yaitu:

1. Anak-anak dan lansia

Anak-anak dan lansia memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah, sehingga rentan terhadap berbagai infeksi. Selain itu, penyebaran virus atau bakteri ISPA di kalangan anak-anak dapat terjadi sangat cepat karena anak-anak banyak berinteraksi secara dekat dan melakukan kontak dengan anak-anak yang lain.

2. Orang dewasa dengan sistem kekebalan tubuh lemah

Sistem kekebalan tubuh sangat berpengaruh dalam melawan infeksi virus maupun bakteri. Ketika kekebalan tubuh menurun, maka risiko terinfeksi akan semakin meningkat. Salah satunya adalah penderita AIDS atau kanker.

3. Penderita gangguan jantung dan paru-paru

ISPA lebih sering terjadi pada orang yang sudah memiliki penyakit jantung atau gangguan pada paru-paru sebelumnya.

4. Perokok aktif

Perokok lebih berisiko mengalami gangguan fungsi paru dan saluran pernapasan, sehingga rentan mengalami ISPA dan cenderung lebih sulit untuk pulih.

Gejala ISPA

Gejala dari infeksi saluran pernapasan akut berlangsung antara 1-2 minggu. Sebagian besar penderita akan mengalami perbaikan gejala setelah minggu pertama. Gejala tersebut adalah:

Kapan Harus ke Dokter

ISPA, terutama karena virus, akan membaik dengan sendirinya tanpa perlu pengobatan khusus. Rasa tidak nyaman dan demam dapat diredakan dengan kompres pada daerah dahi, ketiak, dan selangkangan, serta konsumsi obat paracetamol yang dijual bebas. Selain mengatasi demam, paracetamol juga dapat mengurangi nyeri dan rasa tidak nyaman yang menyertai ISPA.

Jika keluhan dirasakan semakin memburuk, demam tidak mau turun walaupun diberikan obat penurun panas, atau muncul gejala yang lebih serius, seperti menggigil, sesak napas, batuk darah, atau penurunan kesadaran, segeralah pergi ke instalasi gawat darurat (IGD) di rumah sakit terdekat.

Pada anak-anak, selain keluhan di atas, segeralah bawa anak ke Puskesmas atau dokter bila ISPA disertai dengan gejala sebagai berikut:

  • Sulit bernapas, bisa terlihat dari tulang iga yang nampak jelas saat bernapas (retraksi).
  • Muntah-muntah.
  • Menjadi malas bermain.
  • Menjadi lebih diam dibandingkan
  • Muncul suara bengek saat menghembuskan napas.

Seperti telah disebutkan sebelumnya, ISPA paling sering disebabkan oleh virus, sehingga akan sembuh sendiri tanpa perlu penanganan khusus. Beberapa tindakan untuk meredakan gejala dapat dilakukan secara mandiri di rumah, yaitu dengan:

  • Memperbanyak istirahat dan konsumsi air putih untuk mengencerkan dahak, sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan.
  • Mengonsumsi minuman lemon hangat atau madu untuk membantu meredakan batuk.
  • Berkumur dengan air hangat yang diberi garam, jika mengalami sakit tenggorokan.
  • Menghirup uap dari semangkuk air panas yang telah dicampur dengan minyak kayu putih atau mentol untuk meredakan hidung yang tersumbat.
  • Memposisikan kepala lebih tinggi ketika tidur dengan menggunakan bantal tambahan, untuk melancarkan pernapasan.

Pencegahan ISPA

Tindakan pencegahan utama ISPA adalah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Beberapa cara yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Cuci tangan secara teratur, terutama setelah beraktivitas di tempat umum.
  • Hindari menyentuh wajah, terutama bagian mulut, hidung, dan mata, untuk menghindari penularan virus dan bakteri.
  • Gunakan sapu tangan atau tisu untuk menutup mulut ketika bersin atau batuk. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit ke orang lain.
  • Perbanyak konsumsi makanan kaya vitamin, terutama vitamin C, untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Olahraga secara teratur.
  • Berhenti merokok.
  • Lakukan vaksinasi, baik vaksin MMR, influenza, atau pneumonia. Diskusikan dengan dokter mengenai keperluan, manfaat, dan risiko dari vaksinasi ini.

sumber : www.liputan6.com, www.alodokter.com

 

 

Waspada DBD

Jumat, 17 Januari 2020 01:35

Hujan yang turun tak menentu diselingi panas tanpa disadari  memicu munculnya ancaman yaitu nyamuk. Nyamuk Aedes aegypti merupakan media penularan virus dengue yang menjadi penyebab DBD. Namun jangan kuatir, DBD dapat kita cegah. Untuk itu perhatikan informasi berikut.

Posyandu adalah kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan. Kegiatan Posyandu bertujuan untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta meningkatkan peran serta masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan keluarga berencana serta kegiatan lainnya yang menunjang untuk tercapainya masyarakat sehat sejahtera.

Kader sebagai tenaga pelaksana kegiatan posyandu perlu ditingkatkan kapasitasnya dalam memberikan pelayanan. Melalui Kegiatan Refreshing Kader Posyandu Balita diharapkan kader dapat meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan motivasi untuk mengembangkan pelayanan dan program tambahan lainnya di posyandu masing-masing.

Refreshing Kader Posyandu Balita UPT Puskesmas Oebobo dilakukan pada Jumat, 13 Desember 2019 Pukul 09.00 hingga selesai. Berlokasi di FS. Square Meeting Room and Resto lantai 2, Jalan Shoping Center, Fatululi.

Dihadiri oleh 110 orang Kader Posyandu Balita di wilayah kerja Puskesmas Oebobo. Dengan nara sumber petugas Promosi Kesehatan Masyarakat Puskesmas Oebobo Afiani Kinle’e, S.Km, Petugas Gizi, Merly S. Rihi Pake, Amd.Gz, Bidan Kelurahan Fatululi Nelci S.E. Lapudooh, Amd. Keb, Bidan Kelurahan Oetete Dominggas Nafanu, Amd.Keb, dan Bidan Kelurahan Oebobo Maria Nurisa Feto, Amd.Keb.

Kegiatan Refreshing Kader Posyandu Balita dilakukan melalui ceramah dan diskusi tentang Posyandu dan Startifikasi Posyandu, pengisian KMS dan Pengukuran Lila untuk deteksi Dini PGBT, dan Tanda Bahaya Kehamilan. Diakhiri dengan Penggalangan Komitmen bersama Kader Posyandu Balita untuk Peningkatan Pelayanan Posyandu di wilayah posyandu masing-masing.

Fasilitator Gizi dan Petugas Gizi UPT Puskesmas Oebobo Merly S. Rihi Pake, Amd.Gz Sedang Mempraktekan Cara Pengukuran LILA Pada Balita

UPT Puskesmas Oebobo dikunjungi oleh Peneliti dari Universitas Brawijaya, Malang.

Kunjungan dilakukan pada hari Selasa, 3 Desember 2019.

Kedatangan teman-teman disambut hangat oleh Kepala Puskesmas Oebobo, drg. Suwidji D. R. Banantari beserta Penanggung Jawab Program Disabilitas Yovita Nggame, Amd. Kep.

Kunjungan ini terkait riset/penelitian yang akan dilakukan PHDF Tentang Anak-anak Berkebutuhan Khusus, terutama Anak Down Syndrom.

Selama kunjungan dilakukan tanya jawab dan pengisian checklist.

Harapan kedepannya adalah kiranya UPT Puskesmas Oebobo semakin maju dalam pelayanan terhadap anak-anak berkebutuhan khusus.

Halaman 1 dari 5