Kelas ibu hamil merupakan sarana untuk belajar bersama tentang kesehatan bagi ibu hamil, dalam bentuk tatap muka dalam kelompok yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu-ibu mengenai kehamilan, persalinan, perawatan nifas dan perawatan bayi baru lahir, mitos, penyakit menular dan akte kelahiran.

Peserta kelas ibu hamil sebaiknya ibu hamil pada umur kehamilan 20 s/d 32 minggu, karena pada umur kehamilan ini kondisi ibu sudah kuat, tidak takut terjadi keguguran, efektif untuk melakukan senam hamil. Suami/keluarga ikut serta minimal 1 kali pertemuan sehingga dapat mengikuti berbagai materi yang penting, misalnya materi tentang persiapan persalinan atau materi yang lainnya.

Kelas Ibu Hamil UPT Puskesmas Oebobo dilakukan pada Kamis, 23 Januari 2020 Pukul 08.00 hingga selesai. Berlokasi di Ruang Pertemuan Lantai II UPT Puskesmas Oebobo.

Dihadiri oleh kurang lebih 30 orang ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Oebobo. Dengan nara sumber Bidan Laila Tjendrawasih, Amd. Keb, Bidan Maria Nurisa Feto, Amd.Keb, dan Bidan Dewi K. Samadara, Amd. Keb.

Kelas Ibu Hamil terdiri dari penyampaian materi seputar kehamilan, persalinan, masa nifas, dan perawatan Neonatus (40 hari setelah melahirkan), diakhiri dengan Senam Ibu Hamil.

Setiap ibu hamil diwajibkan memiliki buku KIA, karena di buku ini terdapat beberapa informasi tentang kehamilan.Akan tetapi, tidak semua informasi penting termuat di buku KIA. Untuk itu, dilaksanakan Kelas Ibu Hamil.

Jadi, Mari….Ibu-ibu hamil, datanglah ke Puskesmas Oebobo untuk mengikuti Kelas Ibu Hamil yang dilaksanakan oleh Tenaga Bidan Profesional. Salam Sehat.

 

Dipublikasi pada : Warta

UPT Puskesmas Oebobo bekerja sama dengan POGI (Perkumpulan Obstetri Dan Ginekologi  Indonesia) Cabang NTT melakukan penyegaran materi bagi tenaga kesehatan, khususnya Bidan Puskesmas Oebobo tentang Preeklampsia/Eklampsia (Hypertensi dalam Kehamilan).

Materi dibawakan oleh dr. Hendriette,Sp.OG Spesial Kebidanan dan Kandungan. Bertempat di Ruang Pertemuan UPT Puskesmas Oebobo, pada Sabtu, 5 Oktober 2019, pukul 12.30 Wita hingga selesai. Kegiatan dihadiri oleh Bidan dan tenaga kesehatan di UPT Puskesmas Oebobo.

Hendriette,Sp.OG mengungkapkan ”Eklampsia merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu di semua negara. Prinsip Dasar Preeklampsia/Eklampsia adalah wanita hamil atau baru melahirkan mengeluh nyeri kepala hebat atau penglihatan kabur, dan menderita kejang atau kehilangan kesadaran / koma.”

Lebih lanjut dr. Hendriette,Sp.OG menjelaskan ”Pada Eklampsia kejang dapat terjadi tanpa tergantung pada berat ringannya hipertensi, sifat kejang tonik-klonik, koma terjadi setelah kejang dan dapat berlangsung lama. Oleh karena itu Bidan dituntut untuk peka menilai keadaan pasien, agar dapat diambil tindakan/penanganan yang tepat."

 

Tenaga Kesehatan UPT Puskesmas Oebobo berfoto Bersama dr. Hendriette,Sp.OG
Dipublikasi pada : Warta

“ANC (Antenatal Care) atau Asuhan Antenatal penting untuk menjamin proses alamiah kelahiran berjalan normal dan sehat baik kepada ibu maupun bayi yang akan dilahirkan. Pelayanan ANC Terfokus memiliki makna memberikan fokus perhatiannya pada penilaian ibu hamil  dan tindakan yang diperlukan dalam membuat keputusan serta memberikan pelayanan dasar”. Demikian penyampaian dr. Andree Hartanto, Sp. OG Spesial Kebidanan dan Kandungan kepada Tenaga Kesehatan di UPT Puskesmas Oebobo dalam Sosialisasi ANC Terfokus pada hari Rabu, 4 September 2019.

 

dr. Andree Hartanto, Sp.OG sedang memaparkan ANC Terfokus dihadapan Tenaga Kesehatan UPT Puskesmas Oebobo

 

Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para Bidan dan Tenaga Kesehatan di UPT Puskesmas Oebobo terkait ANC Terfokus. Diharapkan dengan pelayanan Antenatal Terfokus dapat menjadi sarana pelengkap bagi pelaksanaan proses pelayanan Antenatal Terpadu.

Pelayanan Antenatal Terfokus bertujuan untuk menyediakan antenatal dasar yang berkualitas tinggi (aman, sederhana, pelayanan antenatal yang efektif) untuk semua ibu hamil dalam mempertahankan kehamilannya dan Mencegah komplikasi dan melakukan deteksi dini serta pengobatan terhadap komplikasi yang terjadi.

Dipublikasi pada : Warta