Kamis, 07 November 2019 02:09

Si Gigi Bungsu yang Bikin Meringis

Tumbuh gigi tidak hanya dialami anak kecil, orang dewasa pun mengalaminya, ketika gigi bungsu tumbuh. Gigi bungsu disebut juga wisdom tooth atau gigi geraham ketiga.

Pencabutan gigi bungsu perlu dilakukan apabila gigi tersebut tumbuh pada posisi yang miring atau tidak memiliki cukup ruang untuk tumbuh. Beberapa kriteria pertumbuhan gigi bungsu yang salah adalah tumbuh ke arah gigi geraham di sebelahnya, tumbuh ke belakang mulut, tumbuh hanya sebagian karena ruang tumbuh gigi tidak cukup dan tertanam di dalam tulang rahang.

Cabut gigi bungsu disebut juga dengan operasi odontektomi. Pada kasus pencabutan sederhana, prosedur ini bisa dilakukan oleh dokter gigi umum. Namun, pada kasus yang cukup sulit, maka cabut gigi bungsu perlu dilakukan oleh dokter gigi spesialis.

Setiap orang idealnya memiliki empat gigi bungsu yang baru tumbuh ketika mereka dewasa, yaitu dua di bawah dan dua di atas. Gejala yang hampir selalu terjadi adalah gigi bungsu tumbuh miring karena tidak ada ruang lagi di rahang.

Ketika hal ini terjadi, biasanya seseorang akan merasakan nyeri luar biasa. Itulah mengapa sering ada kondisi ketika orang dewasa kesakitan bahkan harus izin bekerja atau kuliah karena tumbuh gigi.

Gejala lain yang mungkin terasa saat gigi bungsu tumbuh adalah:

  • Gusi membengkak
  • Nyeri rahang
  • Napas tidak sedap
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Rasa pahit di mulut
  • Sulit membuka mulut 

Tidak bisa dipastikan pula gigi bungsu tumbuh berapa lama. Ada orang yang hanya merasakan nyeri sesaat dan hilang dengan sendirinya. 

Ada pula yang selama berminggu-minggu merasakan nyeri. Bahkan ada juga yang tidak merasakan sakit sama sekali karena gigi bungsu dapat tumbuh ke atas dan tidak menabrak gigi geraham lainnya.

Daripada menerka-nerka gigi bungsu tumbuh berapa lama dan harus menahan nyeri yang mengganggu aktivitas, cabut gigi bungsu adalah pilihan terbaik.

Disadur dari https://www.sehatq.com

Dipublikasi pada : Info Sehat
Kamis, 07 November 2019 02:09

Si Gigi Bungsu yang Bikin Meringis

Tumbuh gigi tidak hanya dialami anak kecil, orang dewasa pun mengalaminya, ketika gigi bungsu tumbuh. Gigi bungsu disebut juga wisdom tooth atau gigi geraham ketiga.

Pencabutan gigi bungsu perlu dilakukan apabila gigi tersebut tumbuh pada posisi yang miring atau tidak memiliki cukup ruang untuk tumbuh. Beberapa kriteria pertumbuhan gigi bungsu yang salah adalah tumbuh ke arah gigi geraham di sebelahnya, tumbuh ke belakang mulut, tumbuh hanya sebagian karena ruang tumbuh gigi tidak cukup dan tertanam di dalam tulang rahang.

Cabut gigi bungsu disebut juga dengan operasi odontektomi. Pada kasus pencabutan sederhana, prosedur ini bisa dilakukan oleh dokter gigi umum. Namun, pada kasus yang cukup sulit, maka cabut gigi bungsu perlu dilakukan oleh dokter gigi spesialis.

Setiap orang idealnya memiliki empat gigi bungsu yang baru tumbuh ketika mereka dewasa, yaitu dua di bawah dan dua di atas. Gejala yang hampir selalu terjadi adalah gigi bungsu tumbuh miring karena tidak ada ruang lagi di rahang.

Ketika hal ini terjadi, biasanya seseorang akan merasakan nyeri luar biasa. Itulah mengapa sering ada kondisi ketika orang dewasa kesakitan bahkan harus izin bekerja atau kuliah karena tumbuh gigi.

Gejala lain yang mungkin terasa saat gigi bungsu tumbuh adalah:

  • Gusi membengkak
  • Nyeri rahang
  • Napas tidak sedap
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Rasa pahit di mulut
  • Sulit membuka mulut 

Tidak bisa dipastikan pula gigi bungsu tumbuh berapa lama. Ada orang yang hanya merasakan nyeri sesaat dan hilang dengan sendirinya. 

Ada pula yang selama berminggu-minggu merasakan nyeri. Bahkan ada juga yang tidak merasakan sakit sama sekali karena gigi bungsu dapat tumbuh ke atas dan tidak menabrak gigi geraham lainnya.

Daripada menerka-nerka gigi bungsu tumbuh berapa lama dan harus menahan nyeri yang mengganggu aktivitas, cabut gigi bungsu adalah pilihan terbaik.

Disadur dari https://www.sehatq.com

Dipublikasi pada : Info Sehat

UPT Puskesmas Oebobo bekerja sama dengan POGI (Perkumpulan Obstetri Dan Ginekologi  Indonesia) Cabang NTT melakukan penyegaran materi bagi tenaga kesehatan, khususnya Bidan Puskesmas Oebobo tentang Preeklampsia/Eklampsia (Hypertensi dalam Kehamilan).

Materi dibawakan oleh dr. Hendriette,Sp.OG Spesial Kebidanan dan Kandungan. Bertempat di Ruang Pertemuan UPT Puskesmas Oebobo, pada Sabtu, 5 Oktober 2019, pukul 12.30 Wita hingga selesai. Kegiatan dihadiri oleh Bidan dan tenaga kesehatan di UPT Puskesmas Oebobo.

Hendriette,Sp.OG mengungkapkan ”Eklampsia merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu di semua negara. Prinsip Dasar Preeklampsia/Eklampsia adalah wanita hamil atau baru melahirkan mengeluh nyeri kepala hebat atau penglihatan kabur, dan menderita kejang atau kehilangan kesadaran / koma.”

Lebih lanjut dr. Hendriette,Sp.OG menjelaskan ”Pada Eklampsia kejang dapat terjadi tanpa tergantung pada berat ringannya hipertensi, sifat kejang tonik-klonik, koma terjadi setelah kejang dan dapat berlangsung lama. Oleh karena itu Bidan dituntut untuk peka menilai keadaan pasien, agar dapat diambil tindakan/penanganan yang tepat."

 

Tenaga Kesehatan UPT Puskesmas Oebobo berfoto Bersama dr. Hendriette,Sp.OG
Dipublikasi pada : Warta

“ANC (Antenatal Care) atau Asuhan Antenatal penting untuk menjamin proses alamiah kelahiran berjalan normal dan sehat baik kepada ibu maupun bayi yang akan dilahirkan. Pelayanan ANC Terfokus memiliki makna memberikan fokus perhatiannya pada penilaian ibu hamil  dan tindakan yang diperlukan dalam membuat keputusan serta memberikan pelayanan dasar”. Demikian penyampaian dr. Andree Hartanto, Sp. OG Spesial Kebidanan dan Kandungan kepada Tenaga Kesehatan di UPT Puskesmas Oebobo dalam Sosialisasi ANC Terfokus pada hari Rabu, 4 September 2019.

 

dr. Andree Hartanto, Sp.OG sedang memaparkan ANC Terfokus dihadapan Tenaga Kesehatan UPT Puskesmas Oebobo

 

Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para Bidan dan Tenaga Kesehatan di UPT Puskesmas Oebobo terkait ANC Terfokus. Diharapkan dengan pelayanan Antenatal Terfokus dapat menjadi sarana pelengkap bagi pelaksanaan proses pelayanan Antenatal Terpadu.

Pelayanan Antenatal Terfokus bertujuan untuk menyediakan antenatal dasar yang berkualitas tinggi (aman, sederhana, pelayanan antenatal yang efektif) untuk semua ibu hamil dalam mempertahankan kehamilannya dan Mencegah komplikasi dan melakukan deteksi dini serta pengobatan terhadap komplikasi yang terjadi.

Dipublikasi pada : Warta
Kamis, 02 Mei 2019 01:54

Makanan Sehat Ibu Menyusui

Agar tetap sehat dan produksi ASI memenuhi kebutuhan bayi, ibu perlu makan lebih dari biasanya dan sesuai pola menu seimbang

Menyusui merupakan cara alamiah untuk memberikan makanan dan minuman pada awal kehidupan bayi.

Pada masa menyusui kebutuha gizi ibu perlu diperhatikan karena ibu tidak hanya harus mencukupi kebutuhan dirinya melainkan harus mencukupi kebutuhan dirinya melainkan harus memproduksi ASI bagi bayinya.

Makanan yang dianjurkan :

  • Energi : pada enam bulan pertama ditambah 500 kkal/hari dari kebutuhan sebelum hamil.
  • Protein 10 – 15% dari total energy atau sesuai kecukupan protein ibu sebelu hamil daitambah 17 gram per hari selama menyusui.
  • Lemak 20-25% dari total energi sehari.
  • Karbohidrat 50 – 60% per hari dari total energy.
  • Vitamin dan mineral sesuai AKG.

 

Untuk memenuhi kebutuhan vitamain A selama masa nifas, ibu menyusui dianjurkan mengkonsumsi 2 kapsul vitamin A dosis tinggi.

 

MAKANAN DAN BAHAN MAKANAN YANG DIANJURKAN :

  • Sumber karbohidrat : beras, kentang, bihun, mie, roti, macaroni, krackers, dll
  • Sumber protein : ayam, ikan, daging, telur, hati, keju, susu, kacang-kacangan, tahu, tempe
  • Sumber vitamin dan mineral : sayur dan buah yang berharga segar.

 

PENGATURAN MAKANAN SEHARI UNTUK IBU MENYUSUI

BAHAN MAKANAN                                                        

  • Nasi/Penukar (4 ¾ gelas)
  • Daging/Penukar (2 ½ potong)
  • Tempe/Penukar (6 potong)
  • Sayur (3 gelas)
  • Buah ( 3 potong)
  • Minyak/Penukar (2 ½ sdm)
  • Kacang hijau (2 ½ sdm)
  • Tepung saridele (4 sdm)
  • Susu (2 ½ sdm)
  • Gula (2 sdm)

 

Nilai Gizi

     Energi   : 2435 kalori

     Protein  : 65 g

     Lemak   : 65 g

     K. H.     : 287 g

     Vit C     : 70 g

     Zat Besi : 31 g

 

Hal – hal yang perlu diperhatikan :

  • Menjaga kesehatan bu dengan makan cukup mengikuti pola gizi seimbang
  • Minum lebih dari 8 gelas sehari (tambahkan 3-4 gelas per hari dari biasanya)

 

Untuk memvariasikan makanan, gunakan brosur bahan makanan penukar.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi Puskesmas terdekat atau sarana pelayanan kesehatan lainnya yang terdekat.

Dipublikasi pada : Info Sehat
Kamis, 10 Januari 2019 03:34

Kelas ibu hamil di Puskesmas Oebobo

Kelas ibu hamil merupakan sarana untuk belajar bersama tentang kesehatan bagi ibu hamil, dalam bentuk tatap muka dalam kelompok yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu-ibu mengenai kehamilan, persalinan, perawatan nifas dan perawatan bayi baru lahir, mitos, penyakit menular dan akte kelahiran (Depkes RI, 2009).

Peserta kelas ibu hamil sebaiknya ibu hamil pada umur kehamilan 20 s/d 32 minggu, karena pada umur kehamilan ini kondisi ibu sudah kuat, tidak takut terjadi keguguran, efektif untuk melakukan senam hamil. Suami/keluarga ikut serta minimal 1 kali pertemuan sehingga dapat mengikuti berbagai materi yang penting, misalnya materi tentang persiapan persalinan atau materi yang lainnya (Depkes RI, 2009).

Kelas Ibu merupakan salah satu kegiatan penting dalam penerapan Buku KIA dimasyarakat sebagai upaya pembelajaran ibu, suaminya dan keluarga agar memahami Buku KIA melalui metode kegiatan belajar bersama dalam kelas yang di fasilitasi oleh petugas kesehatan untuk mempersiapkan ibu hamil menghadapi persalinan yang aman dan nyaman. Beberapa kegiatan seperti senam ibu hamil, latihan pernafasan pada persalinan dan cara menyusui bayi juga diberikan minat ibu-ibu hamil agar datang mengikuti Kelas Ibu Hamil tersebut (Depkes RI : 2009).

Kelas Ibu Hamil bertujuan untuk :

  1. Meningkatkan pengetahuan, merubah sikap dan perilaku ibu agar memahami tentang kehamilan, perubahan tubuh, dan keluhan selama kehamilan,perawatan kehamilan,persalinan,perawatan nifas, KB pasca persalinan, perawatan bayi baru lahir, mitos/kepercayaan/adat istiadat setempat,penyakit menular dan akte kelahiran. Manfaat kelas ibu hamil bagi ibu hamil dan keluarganya: merupakan sarana untuk mendapatkan teman, bertanya, mampu mempraktekkan, serta membantu ibu dalam menghadapi persalinan dengan aman dan nyaman.
  2. Terjadinya interaksi dan berbagi pengalaman antar peserta (ibu hamil dengan ibu hamil) dan antar ibu hamil dengan petugas kesehatan/bidan tentang kehamilan, perubahan tubuh dan keluhan selama kehamilan, perawatan kehamilan, persalinan, Perawatan Nifas, KB pasca persalinan, perawatan bayi baru lahir, mitos/kepercayaan/adat istiadat setempat, penyakit menular dan akte kelahiran.
  3. Meningkatkan pemahaman, sikap dan perilaku ibu hamil tentang kehamilan, perubahan tubuh dan keluhan selama kehamilan.
  4. Meningkatkan pemahaman, sikap dan perilaku ibu hamil tentang perawatan kehamilan.
  5. Meningkatkan pemahaman, sikap dan perilaku ibu hamil tentang persalinan.
  6. Meningkatkan pemahaman, sikap dan perilaku ibu hamil tentang perawatan nifas.
  7. Meningkatkan pemahaman, sikap dan perilaku ibu hamil tentang KB pasca salin.
  8. Meningkatkan pemahaman, sikap dan prilaku ibu hamil tentang perawatan bayi baru lahir.
  9. Meningkatkan pemahaman, sikap dan perilaku ibu hamil tentang mitos/ keprcayaan/ adat istiadat setempat yang berkaitan dengan kesehatan ibu hamil dan anak.
  10. Meningkatkan pemahaman, sikap dan perilaku ibu hamil tentang penyakit menular (IMS, informasi dasar HIV-AIDS dan pencegahan dan penanganan malaria pada ibu hamil)
  11. Meningkatkan pemahaman, sikap dan perilaku ibu hamil tentang akte kelahiran.

Setiap ibu hamil diwajibkan memiliki buku KIA, karena di buku ini terdapat beberapa informasi tentang kehamilan.Akan tetapi, tidak semua informasi penting termuat di buku KIA. Untuk itu, dibentuklah program Kelas Ibu Hamil.

Jadi, Mari….Ibu-ibu hamil, datanglah ke Puskesmas Oebobo untuk mengikuti Kelas Ibu Hamil yang dilaksanakan oleh Tenaga Bidan Profesional.

Salam Sehat.

Dipublikasi pada : Warta