Unit Pelayanan Teknis (UPT) Puskesmas Oebobo melakukan fogging atau pengasapan dengan insektisida membasmi nyamuk demam berdarah. Hal itu untuk mencegah penyebaran/penularan penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Fogging dilakukan pada hari Senin, 14 Januari 2019 Pukul 16.00 Wita hingga selesai berlokasi 2 (dua) titik focus yakni di RT 004/RW 01 dan RT 24/RW 09 Kelurahan Oebobo.

Fogging dilakukan oleh Tim P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Dinas Kesehatan Kota Kupang yang dipimpin oleh Bapak Ferry Djelalu, S.KM didampingi oleh tenaga Surveilans Ibu Ike O. Giri, S.KM dan Pengelola Program DBD Ibu Tabitha A. Timu, S. KM serta Ketua RT 4/RW 1 Bapak Okto Lomi dan Ketua RT 24/RW 9 Bapak Yohanes Klake Duran.

Fogging ini bertujuan untuk memberantas nyamuk-nyamuk dewasa yang kemungkinan infeksius. Di sisi lain pemberantasan penyakit DBD juga harus terintegrasi mulai dari pencegahan, penemuan penderita, pengamatan penyakit, penyelidikan epidemiologi, penanggulangan, dan penyuluhan kepada masyarakat.

Mencegah terjadinya DBD membutuhkan dukungan dan peran aktif dari masyarakat melalui kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan 3M Plus yaitu Menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain; Menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya; Mendaur/ menggunakan kembali  yang sudah tak terpakai Plus cara lain diantaranya menaburkan bubuk larvasida (lebih dikenal dengan bubuk abate) pada tempat penampungan air yang sulit dikuras dan dibersihkan.

Dipublikasi pada : Warta
Senin, 14 Januari 2019 03:59

Bersama Kita Berantas Malaria

Apa Itu Penyakit Malaria

Penyakit malaria adalah penyakit menular, disebabkan oleh parasit (plasmodium) yang ditularkan oleh nyamuk malaria (anopheles). Penyakit malaria dapat menyerang semua orang baik laki-laki maupun perempuan, pada semua golongan umur, dari bayi sampai orang dewasa.

Di Indonesia terdapat 424 kebupaten endemis malaria dari 522 kabupaten yang ada. Diperkirakan 45% penduduk Indonesia berisiko tertular malaria. Sekitar 15 juta kasus malaria dengan 38.000 kematian setiap tahunnya (SKTR 2001). Kematian karena malaria mempengaruhi tingginya kematan bayi, anak balita dan ibu hamil dan dapat menurunkan produktivitas Sumber Daya Manusia. Tahun 2007 terdapat 1.700.000 kasus klinis dengan 700 kematian.

 

Bagaimana Penularan Malaria

Penyakit malaria ditularkan melalui gigitan nyamuk malaria (anopheles). Bila nyamuk anopheles menggigit orang yang sakit malaria, maka parasit akan ikut terhisap bersama darah penderita. Dalam tubuh nyamuk, parasit tersebut berkembang biak. Sesudah 7-14 hari apabila nyamuk tersebut menggigit orang sehat, maka parasit akan ditularkan kepada orang sehat tersebut. Di dalam tubuh nyamuk, parasit tersebut berkembang biak, menyerang sel-sel darah merah. Dalam waktu kurang lebih 12 hari, orang tersebut akan sakit malaria.

 

Apa Gejala Malaria

Gejala malaria ringan

  • Demam menggigil secara berkala dan biasanya disertai sakit kepala
  • Pucat karena kurang darah
  • Kadang-kadang dimulai dengan badan terasa lmaha, mual/muntah, tidak nafsu makan
  • Gejala spesifik daerah, misalnya pada anak-anak disertai diare

Gejala malaria berat

  • Kejang-kejang
  • Kehilangan kesadaran (mengigau, bicara salah, tidur terus, diam saja, tingkah laku berbah)
  • Kuning pada mata
  • Panas tinggi
  • Kencing warna teh tua
  • Nafas cepat
  • Muntah terus
  • Pingsan sampai koma             

 

Apa Akibat Penyakit Malaria

Penderita mengalami kekurangan darah (anemia) karena sel darah merah hancur dirusak oleh parasit dan berakibat :

  • Daya tahan tubuh menurun hingga mudah terkena infeksi penyakit lain
  • Daya kerja kurang
  • Pertumbuhan otak pada anak-anak terhambat terutama pada masa dalam kandungan sampai usia balita.
  • Anak sekolah sering tidak masuk dan sulit menangkap pelajaran.

Pada ibu hamil dapat menyebabkan :

  • Bayi lahir mati
  • Bayi lahir dengan berat badan rendah
  • Bayi anemia
  • Ibu hamil meninggal

Pembuluh darah otak tersumbat menyebabkan :

  • Kejang-kejang
  • Kehilngan kesadaran
  • Pingsan sampai koma
  • Menjadi hilang ingatan
  • Meninggal bila segera diobati

 

Bagaimana Mencegah Malaria

Menghindari gigitan nyamuk

  • Tidur memakai kelambu anti nyamuk yang tahan 2 sampai 5 tahun, yang dapat dicuci sampai 20 kali.
  • Pakai obat anti nyamuk.
  • Pakai obat oles anti nyamuk.
  • Menjauhkan kandang ternak dari rumah
  • Jangan berada di luar rumah pada malam hari
  • Apabila keluar rumah sebaiknya memakai pakaian yang tertutub (menggunakan baju lengan panjang) atau memakai obat anti nyamuk oleh.

Pengobatan pencegahan

2 hari sebelum berangkat ke daerah malaria, minum obat doksisiklin 1x1 kapsul/hari sampai 2 minggu setelah keluar dari lokasi tersebut.

Membersihkan lingkungan

  • Membersihkan lingkungan
  • Menimbun genangan air
  • Membersihkan lumut
  • Mengalirkan air yang tergenang

Menebarkan ikan pemakan jentik

Menekan kepadatan nyamuk dengan menebarkan ikan pemakan jentik: kepala timah, nila merah, gupi, mujair, dll.

 

Dipublikasi pada : Info Sehat
Jumat, 11 Januari 2019 05:37

Cegah Demam Berdarah, Ingat 3 M Plus

Sebenarnya, Apa itu DBD? Bagaimana cara penularannya? Dan Bagaimana cara mencegahnya? Mari kita simak ulasan berikut.

Dipublikasi pada : Info Sehat

Klinik sanitasi merupakan suatu upaya atau kegiatan yang mengintegrasikan pelayanan kesehatan promotif, preventif, dan kuratif yang difokuskan pada masyarakat yang berisiko tinggi untuk mengatasi masalah penyakit yang berbasis lingkungan.

Dipublikasi pada : Warta