UPT Puskesmas Oebobo dikunjungi oleh Peneliti dari Universitas Brawijaya, Malang.

Kunjungan dilakukan pada hari Selasa, 3 Desember 2019.

Kedatangan teman-teman disambut hangat oleh Kepala Puskesmas Oebobo, drg. Suwidji D. R. Banantari beserta Penanggung Jawab Program Disabilitas Yovita Nggame, Amd. Kep.

Kunjungan ini terkait riset/penelitian yang akan dilakukan PHDF Tentang Anak-anak Berkebutuhan Khusus, terutama Anak Down Syndrom.

Selama kunjungan dilakukan tanya jawab dan pengisian checklist.

Harapan kedepannya adalah kiranya UPT Puskesmas Oebobo semakin maju dalam pelayanan terhadap anak-anak berkebutuhan khusus.

Dipublikasi pada : Warta
Selasa, 03 Desember 2019 06:10

3 Desember, Hari Disabilitas Internasional

Hari Disabilitas Internasional atau Hari Penyandang Disabilitas Internasional diperingati setiap tanggal 3 Desember.

Peringatan tahunan Hari Difabel Internasional ini diproklamasikan pada Tahun 1992 oleh Majelis Umum PBB 47/3.

Hari Disabilitas ini diperingati untuk memperjuangkan hak-hak dan kesejahteraan para penyandang disabilitas di semua bidang dan pembangunan. Hari ini juga dibuat untuk meningkatkan kesadaran terhadap situasi para difabel di setiap aspek kehidupan, baik politik, sosial, ekonomi, dan budaya.

 

Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas, yang diadopsi pada 2006, telah semakin memajukan hak dan kesejahteraan penyandang disabilitas dalam implementasi Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan dan kerangka kerja pembangunan internasional lainnya. Beberapa kerangka kerja pembangunan internasional yang dimaksud seperti Kerangka Sendai untuk Pengurangan Risiko Bencana, Piagam tentang Penyertaan Penyandang Disabilitas dalam Aksi Kemanusiaan, Agenda Urban Baru, dan Agenda Aksi Addis Ababa tentang Pendanaan untuk Pembangunan.

 

Tema Hari Disabilitas tahun ini yaitu mempromosikan partisipasi penyandang disabilitas dan kepemimpinan mereka untuk mengambil peran pada Agenda Pembangunan 2030.

Tahun ini, Hari Penyandang Disabilitas Internasional (IDPD) berfokus pada pemberdayaan penyandang disabilitas untuk pembangunan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan. Hal ini seperti yang diantisipasi dalam Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan. Agenda 2030 Pembangunan Berkelanjutan berjanji untuk 'tidak meninggalkan siapa pun' dan mengakui disabilitas. sebagai isu lintas sektoral, untuk dipertimbangkan dalam implementasi 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Disabilitas dirujuk di berbagai bagian SDG dan khususnya di bagian yang terkait dengan pendidikan, pertumbuhan dan lapangan kerja, ketimpangan, aksesibilitas permukiman, serta pengumpulan data, dan pemantauan SDG.

sumber : www.tirto.id, www.kaltim.tribunnews.com

Dipublikasi pada : Info Sehat

Rum Ruhullah, Purwosaswito, Marwan dan Mega Rosita, adalah empat orang anggota Pramuka Tuna Runggu Luar Biasa asal Sulawesi Selatan yang sedang melakukan perjalanan keliling Indonesia dan Mancanegara Tahun 2019. Perjalanan mereka termasuk kunjungan ke UPT Puskesmas Oebobo pada hari Kamis, 12 September 2019.

Kunjungan mereka diterima oleh Kepala UPT Puskesmas Oebobo, drg. Suwidji D. R. Banantari.

Kunjungan ini merupakan ajang silaturahmi dengan instansi pemerintahan dan UPT Puskesmas Oebobo khususnya yang merupakan Puskesmas Ramah Disabilitas.

Selain UPT Puskesmas Oebobo, mereka juga telah melakukan kunjungan ke berbagai daerah di Indonesia.

UPT Puskesmas Oebobo mengucapkan selamat melakukan kunjungan keliling Indonesia dan mancanegara. Semoga tekat saudara dapat menjadi contoh dan teladan bagi kita semua. Dan atas kedatangannya kami sampaikan terima kasih dan sukses selalu.

Dipublikasi pada : Warta