New normal atau adaptasi kebiasaan baru adalah langkah percepatan penanganan covid-19 dalam bidang kesehatan, sosial dan ekonomi.

Masyarakat hidup “berdampingan” dengan covid-19 sambil menjalani aktifitas seperti biasa dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19.

Kegiatan-kegiatan pelayanan yang melibatkan masyarakat sebagai sasaran kembali dilakukan setelah sempat dihentikan pelaksanaannya selama beberapa bulan ini karena pandemik covid-19.

Salah satu kegiatan itu adalah pelayanan posyandu balita. Puskesmas Oebobo bersama kader posyandu kembali melakukan pelayanan dengan memperhatikan protokol pencegahan covid-19 seperti cuci tangan dengan sabun dan air mengalir/hand sanitizer, memakai masker, menerapkan physical distancing/jaga jarak, mengukur suhu tubuh pengunjung, mencegah kerumunan, melakukan skrining jika didapati ada gejala flu, demam, batuk pilek, diare/muntah dirujuk ke puskesmas. Sarung timbang dibawa oleh orang tua masing-masing bayi/balita.

 

 Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum memasuki posyandu merupakan protokol yang harus dilaksanakan, baik oleh petugas maupun masyarakat

 

Pelaksanaan prokol kesehatan di posyandu antara lain memakai masker, menerapkan physical distancing/jaga jarak,

mengukur suhu tubuh pengunjung,melakukan skrining jika didapati ada gejala flu, demam, batuk pilek, diare/muntah

 

Kegiatan yang dilakukan antara lain penimbangan berat badan, pengukuran panjang badan/tinggi badan, pembagian vitamin A dan obat cacing, imunisasi, pemeriksaan ibu hamil dan pelayanan KB.

Selain itu para orang tua balita pun diberikan penyuluhan terkait pelaksanaan posyandu balita new normal dan protokol kesehatan yang harus dipatuhi. Dengan adanya penyuluhan tersebut diharapkan tingkat kesadaran masyarakat meningkat untuk tetap melaksanakan kebiasaan baru sesuai protocol kesehatan pencegahan covid-19.

Oleh : Penanggung Jawab Promkes UPTD Puskesmas Oebobo Afiani Kinle'e, SKM

Dipublikasi pada : Warta

Bulan Vitamin A kembali hadir di Bulan Agustus, sepanjang bulan ini UPTD Puskesmas Oebobo melakukan pemberian Vitamin A secara GRATIS bagi bayi dan balita di Kelurahan Oebobo, Fatululi dan Oetete.

Kegiatan Pemberian Vitamin A terintegrasi dengan Pemberian Obat Cacing, dilaksanakan di Puskesmas Oebobo dan Pustu Fatululi dengan mengedepankan protokol kesehatan.

 

Nutrisionis Merly S. Rihi Pake, Amd.Gz sedang Memberikan Vitamin A pada Balita di Puskesmas Oebobo

 

Vitamin A kapsul berwarna biru dengan dosis 100.000 IU diberikan kepada bayi berusia 6-11 bulan, dan kapsul berwarna merah dengan dosis 200.000 IU diberikan untuk balita usia 12-59 bulan dan Ibu Nifas.

Kekurangan vitamin A akan melemahkan sistem imun dan produksi sel darah merah (hematopoiesis), menyebabkan ruam kulit, dan gangguan penglihatan (contohnya xerophthalmia, rabun malam).

Kecukupan asupan vitamin A dapat diperoleh dari beragam makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Makanan sumber Vitamin A sebagian besar berasal dari produk hewani seperti daging, telur, susu dan hati, namun beberapa produk nabati juga mengandung Vitamin A terutama sayur-sayuran berwarna seperti wortel, bayam, kol, brokoli, semangka, melon, pepaya, mangga, tomat dan kacang polong.

Salah satu sumber Vitamin A yang dapat mencukupi kebutuhan tubuh khususnya pada bayi dan Balita yaitu suplementasi Vitamin A melalui pemberian kapsul Vitamin A. Pemberian vitamin A diiringi dengan pemberian obat cacing agar penyerapan zat gizi pada balita sempurna dan dapat  meningkatkan status gizi masyarakat.

Kecacingan pada anak akan menimbulkan masalah kesehatan berupa kekurangan gizi yang bersifat kronis  yang pada akhirnya juga dapat meningkatkan risiko kesakitan dan kematian pada anak. Pemberian obat cacing ini mengikuti dosis, usia 12 - 23 bulan setengah tablet, dan usia 24 bulan s/d 12 tahun satu tablet.

Perawat Sri Herlin Ernawati, S.Kep, Ns sedang memberikan obat cacing pada anak di Puskesmas Oebobo

Dipublikasi pada : Warta
Kamis, 16 Juli 2020 02:09

New Normal, Berdamai dengan Covid-19

New normal atau adaptasi kebiasaan baru adalah langkah percepatan penanganan Covid-19 dalam bidang kesehatan, sosial dan ekonomi. 

Masyarakat hidup “berdampingan“ dengan Covid-19 sambil menjalani aktifias seperti biasa. Namun, tetap ada batasan-batasannya dengan mematuhi protokol pencegahan    Covid-19, seperti :

  • Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau dengan hand sanitizer
  • Tidak menyentuh wajah dengan tangan yang belum dicuci
  • Menerapkan physical distancing (jaga jarak)
  • Mengenakan masker dalam setiap aktifitas terutama di tempat umum

 

Protokol kesehatan di masa New Normal menurut Kementrian Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19  :

  1. Cuci tangan pakai sabun dan air mengalir selama 20 detik atau dengan hand sanitizer
  2. Hindari menyentuh wajah (area mata, hidung, mulut) sebelum mencuci tangan
  3. Ketika batuk dan bersin harus menutup mulut dan hidung menggunakan lengan atas bagian dalam
  4. Gunakan masker ketika beraktifitas terutama di tempat umum
  5. Jaga jarak dengan orang lain 1,5-2 Meter dan hindari kerumunan.
  6. Jika sakit sebaiknya tetap di dalam rumah (isolasi mandiri)
  7. Selama berada di dalam ataupun di luar rumah pastikan kesehatan tetap terjaga dengan cara konsumsi makanan bergizi seimbang, olah raga dan istirahat yang cukup.

 

Protokol Kesehatan New Normal di pasar:

  1. Semua pedagang dan pengelola pasar wajib bebas Covid-19 melalui rapid test/tes PCR oleh pemda
  2. Jaga jarak antar pedagang minimal 1,5 meter
  3. Sebelum pasar dibuka dilakukan ukur suhu tubuh pedagang dan pengelola pasar (<37,50 C)
  4. Melarang masuk orang dengan batuk, flu dan sesak napas\
  5. Wajib gunakan masker dan jaga jarak antrean serta kontrol suhu tubuh pengunjung (<37,50 C)
  6. Di area pasar disediakan tempat cuci tangan, sabun dan hand sanitizer serta melakukan penyemprotan desinfektan di ruangan atau lokasi pasar setiap dua hari sekali
  7. Menjaga kesbersihan lokasi berjualan
  8. Mencegah kerumunan dalam pasar dengan memperhatikan pengaturan waktu kunjungan
  9. Pengaturan waktu pasokan barang dari dan keluar pasar
  10. Mengoptimalkan ruang terbuka outdoor untuk menjga jarak antar pedagang.

 

Protokol Kesehatan New Normal di Mall :

  1. Wajib gunakan masker
  2. Karyawan yang bertugas harus sehat
  3. Melakukan pemeriksaan suhu tubuh
  4. Tidak berdesakan
  5. Menerapkan jaga jarak
  6. Mengutamakan pembayaran digital
  7. Sterilisasi fasilitas yang rawan penularan virus (area yang disentuh pengunjung) dengan penyemprotan desinfektan sesering mungkin.

 

Protokol Kesehatan New Normal di tempat kerja :

  1. Pengukuran suhu tubuh pekerja
  2. Pengaturan jam kerja
  3. Pembagian shift pekerja
  4. Penggunaan masker selama bekerja
  5. Menyediakan asupan nutrisi untuk mendukung daya tahan tubuh pekerja
  6. Memfasilitasi lokasi kerja bersih dan higienis
  7. Menyiapkan sarana cuci tangan
  8. Membentuk tim Covid-19
  9. Memastikan pekerja hidup bersih dan sehat sesuai dengan protokol kesehatan yang disarankan.

Oleh : Promosi Kesehatan UPTD Puskesmas Oebobo Tahun 2020

Dipublikasi pada : Info Sehat