Dalam rangka pencegahan dan Eliminasi Malaria 2020, UPT Puskesmas Oebobo melakukan kegiatan Penyuluhan Malaria di wilayah kerja UPT Puskesmas Oebobo.

Penyuluhan dilakukan oleh tenaga Penyuluh Kesehatan Masyarakat, Afiani Kinle’e, S.KM, Junita Kristine, S.KM beserta Penanggung Jawab Program Malaria UPT Puskesmas Oebobo, Yofita Nggame, Amd. Kep.

 

Penyuluhan Malaria di Posyandu Melati, Kelurahan Oebobo
Penyuluhan Malaria di Posyandu Melati, Kelurahan Fatululi
Penyuluhan Malaria di Posyandu Gardena, Kelurahan Fatululi
Penyuluhan Malaria di Posyandu Bayam, Kelurahan Fatululi

Penyuluhan dilakukan sepanjang bulan Oktober Tahun 2019. Bertempat di Posyandu-posyandu di Kelurahan Oebobo, Oetete dan Fatululi, dari pukul 09.00 Wita hingga selesai.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Malaria, sebagai langkah awal untuk mencegah penyakit Malaria.

Yofita Nggame, Amd. Kep. menjelaskan “penyakit Malaria dapat terjadi kapan saja, baik pada musim penghujan, maupun pada musim kemarau seperti sekarang ini, oleh karena itu sangatlah penting melakukan pencegahan, yaitu melalui 3M Plus”.

3M Plus yaitu Menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air, Menutup rapat tempat penampungan air, Mendaur/ menggunakan kembali barang yang sudah tak terpakai. Plus cara lainnya misalnya menaburkan bubuk larvasida/abate pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk.

 

Dipublikasi pada : Warta

Dalam rangka menyambut Hari TB Sedunia yang jatuh pada tanggal 24 Maret 2019, UPT Puskesmas Oebobo bekerja sama dengan PERDAKHI (Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia) dan KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) Kota Kupang melakukan kegiatan di bawah tema “Saatnya Indonesia Bebas TBC, Kota Kupang Bebas TBC Mulai dari Saya”.

Kegiatan dilakukan di Pasar Oebobo, Kelurahan Fatululi. Pada hari Selasa, 19 maret 2019. Berlangsung dari pukul 10.00 hingga 12.00 WITA.

Kegiatan dimaksud terdiri dari Penyuluhan TB dan HIV serta deteksi dini TB dan HIV. Penyuluhan tentang TB dilakukan oleh Pengelola program TB UPT Puskesmas Oebobo, Ibu Meriyanti, S.Kep. Ns, serta Penyuluhan tentang HIV dilakukan oleh Pengelola Program IMS HIV/AIDS UPT Puskesmas Oebobo, Ibu Jasintha Paula Bere dan Maria Pau, Amd. Keb.

Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat di wilayah Kelurahan Fatululi dan sekitarnya mendapatkan informasi terkait TB dan HIV, serta dapat mengetahui dan mencegah secara dini penyakit TB dan HIV.  

Dipublikasi pada : Warta

Diare adalah buang air besar encer yang lebih sering dari biasanya, dapat berupa air saja, bila mengandung darah biasa disebut disentri. Atau diare adalah buang air besar dengan frekuensi lebih sering (lebih dari 3 kali sehari) dan bentuk tinja lebih cair dari biasanya).

Bahaya utama diare adalah kekuarangan cairan dna kekurangan gizi sehingga dapat menyebabkan kematian.

PENYEBAB DIARE

Penyebab langsung adalah makanan dan minuman yang tercemar oleh kuman penyakit atau bahan kimia yang akan menyebabkan diare.

Penyebab tidak langsung melalui kotoran/berak di sembarang tempat dengan media penular seperti air, serangga (lalat, kecoak), tikus, tanah dan tangan sampai makanan dan minuman manusia.

CARA PENULARAN DIARE

  • Makanan dan minuman sudah tercemar serangga atau tangan yang kotor.
  • Bermain dengan mainan yang kotor.
  • Penggunaan sumber air yang sudah tercemar dan tidak memasak air minum sampai mendidih.
  • Pencucian dan pemakaian botol susu yang tidak bersih (bagi bayi).
  • Tidak mencuci tangan dengan bersih setelah selesai buang air besar atau membersihkan tinja anak yang terinfeksi, sehingga mencemari perlengkapan bayi yang dipegang.

PENCEGAHAN DIARE

  • Berikan ASI saja sampai bayi berusia 6 bulan (ASI Ekslusif).
  • Minumlah air yang yang telah dimasak hingga mendidih.
  • Biasakan mencuci tangan dengan sabun dan air bersih sebelum menyiapkan makanan dan sesudah buang air besar dan kecil.
  • Makanlah makanan yang dimasak dan bergizi.
  • Buang air besar (berak) dan buang air kecil (kencing) pada jamban yang memenuhi syarat kesehatan.
  • Buanglah kotoran bayi di jamban.
  • Hindarkan makanan dan minuman dari lalat, kecoak, tikus dan racun.
  • Guntinglah kuku anda dua kali seminggu.
  • Jagalah kebersihan rumah dan lingkungan serta kebersihan diri dan bayi anda.

 

Apabila terdapat penderita diare di rumah, dapat dilakukan tindakan penanggulangan sebagai berikut :

  1. Setiap penderita harus diberi minum larutan oralit yang dapat diperoleh di puskesmas/ apotik
  2. Setiap penderita bayi harus terus diberi ASI dan makanan, penderita jangan dipuasakan
  3. Segera bawa ke puskesmas/rumah sakit apabila :
  • Panas
  • Tidak mau makan dan minum
  • Muntah terus menerus
  • Mencret terus menerus
  • Tinja berlendir dan berdarah

 

Segera bawa anggota keluarga anda yang mengalami diare ke Puskesmas Oebobo untuk ditangani oleh tenaga medis yang profesional.

Salam Sehat.

 

Dipublikasi pada : Info Sehat

Demi meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk menjaga dan memelihara kesehatan diri dan lingkungan supaya terhindar dari penyakit diare, maka Puskesmas Oebobo melakukan kegiatan penyuluhan.

Dipublikasi pada : Warta