Reni Tangmau

Reni Tangmau

Staf Administrasi pada UPT Puskesmas Oebobo

Website URL: http://puskesmasoebobo@yahoo.com   |   Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Mengenal Penyakit Cacing dan Gejalanya

Selasa, 11 Agustus 2020 02:26

Anak kecil seringkali memasukkan benda asing yang baru mereka lihat ke dalam mulutnya, tak terkecuali tanah atau benda lain saat ia bermain. Padahal, tanah atau benda kotor yang masuk ke mulut bisa saja mengandung larva cacing penyebab cacingan. Nah, sebagai seorang Ibu, sudahkah Anda tahu bagaimana tanda jika si kecil terserang penyakit cacingan?

Penyakit cacingan atau ascariasis adalah suatu infeksi yang disebabkan oleh cacing gelang—parasit yang menggunakan usus manusia sebagai inangnya. Telur atau larva cacing gelang berasal di permukaan tanah dan dapat berpindah ke tubuh si kecil jika setelah bermain atau beraktivitas di luar rumah, si kecil makan tanpa mencuci tangan dengan baik. Selain berpindah melalui tangan, Ibu juga perlu waspada: larva cacing juga dapat masuk ke tubuh manusia melalui konsumsi sayuran atau buah-buahan yang tidak dicuci bersih.

 

Faktor pemicu penyakit cacingan

Askariasis atau penyakit cacingan lebih rentan menyerang seseorang dengan faktor risiko berikut:

  • Usia. Penyakit cacingan seringnya dialami anak berusia 10 tahun atau kurang. Anak-anak di kelompok usia ini rentan menderita penyakit cacingan karena mereka kerap bermain di tanah.
  • Daerah bersuhu hangat. Prevalensi penyakit cacingan cenderung lebih sering terjadi di negara-negara berkembang yang memiliki suhu hangat sepanjang tahun.
  • Daerah dengan sanitasi buruk. Penyakit cacingan berisiko tinggi dialami mereka yang tinggal di negara berkembang atau daerah dengan sanitasi buruk.

 

Apa gejala penyakit cacingan?

Anak yang terinfeksi cacing biasanya tidak merasakan tanda atau gejala yang spesifik. Meski begitu, beberapa mungkin dapat merasakan gejala ringan seperti rasa tidak nyaman di perut. Gejala yang dirasakan berbeda-beda, bergantung pada organ atau bagian tubuh yang terinfeksi cacing, yaitu:

  • Di paru-paru: batuk berkepanjangan, sesak napas, bersin-bersin
  • Di usus: nyeri di perut, mual, muntah, diare atau BAB berdarah

Gejala tersebut jika tidak ditangani dengan segera dapat memicu gejala lain yang lebih parah, seperti nyeri perut yang berat hingga kekurangan gizi (malnutrisi).

 

Jika Ibu khawatir si kecil mengidap infeksi cacing, bawalah anak ke dokter atau Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pelayanan.

sumber: www.combantrin.co.id

Bulan Vitamin A kembali hadir di Bulan Agustus, sepanjang bulan ini UPTD Puskesmas Oebobo melakukan pemberian Vitamin A secara GRATIS bagi bayi dan balita di Kelurahan Oebobo, Fatululi dan Oetete.

Kegiatan Pemberian Vitamin A terintegrasi dengan Pemberian Obat Cacing, dilaksanakan di Puskesmas Oebobo dan Pustu Fatululi dengan mengedepankan protokol kesehatan.

 

Nutrisionis Merly S. Rihi Pake, Amd.Gz sedang Memberikan Vitamin A pada Balita di Puskesmas Oebobo

 

Vitamin A kapsul berwarna biru dengan dosis 100.000 IU diberikan kepada bayi berusia 6-11 bulan, dan kapsul berwarna merah dengan dosis 200.000 IU diberikan untuk balita usia 12-59 bulan dan Ibu Nifas.

Kekurangan vitamin A akan melemahkan sistem imun dan produksi sel darah merah (hematopoiesis), menyebabkan ruam kulit, dan gangguan penglihatan (contohnya xerophthalmia, rabun malam).

Kecukupan asupan vitamin A dapat diperoleh dari beragam makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Makanan sumber Vitamin A sebagian besar berasal dari produk hewani seperti daging, telur, susu dan hati, namun beberapa produk nabati juga mengandung Vitamin A terutama sayur-sayuran berwarna seperti wortel, bayam, kol, brokoli, semangka, melon, pepaya, mangga, tomat dan kacang polong.

Salah satu sumber Vitamin A yang dapat mencukupi kebutuhan tubuh khususnya pada bayi dan Balita yaitu suplementasi Vitamin A melalui pemberian kapsul Vitamin A. Pemberian vitamin A diiringi dengan pemberian obat cacing agar penyerapan zat gizi pada balita sempurna dan dapat  meningkatkan status gizi masyarakat.

Kecacingan pada anak akan menimbulkan masalah kesehatan berupa kekurangan gizi yang bersifat kronis  yang pada akhirnya juga dapat meningkatkan risiko kesakitan dan kematian pada anak. Pemberian obat cacing ini mengikuti dosis, usia 12 - 23 bulan setengah tablet, dan usia 24 bulan s/d 12 tahun satu tablet.

Perawat Sri Herlin Ernawati, S.Kep, Ns sedang memberikan obat cacing pada anak di Puskesmas Oebobo

Masker kini menjadi bagian penting dalam adaptasi new normal di tengah masyarakat. Masker dapat mengurangi risiko infeksi virus corona di tengah pandemi.

Masker membantu mengatasi penyebaran kuman dalam droplet orang yang terinfeksi saat batuk dan bersin. Masker dapat mengurangi jumlah kuman yang dilepaskan pemakainya, sekaligus melindungi seseorang dari ancaman penyakit menular.

Namun, manfaat masker menjadi tidak maksimal jika tidak dilakukan dengan benar.

Cara Menggunakan Masker yang Tepat

Masker tak bisa digunakan dengan cara yang sembarangan. Alih-alih melindungi, cara mengenakan masker yang salah justru akan mempermudah penyebaran virus.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, masker akan efektif jika dikombinasikan dengan rutinitas mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol.

Berikut cara menggunakan masker yang tepat menurut WHO :

1.    Cuci tangan sebelum menggunakan masker.

  • Tutupi mulut dan hidung dengan masker. Pastikan tak ada celah antara wajah dengan masker.
  • Jangan menyentuh bagian depan masker saat menggunakannya. Jika tak sengaja menyentuh, cuci tangan untuk membersihkan kuman yang mungkin menempel.
  • Ganti masker setelah dirasa lembap. WHO merekomendasikan untuk mengganti masker setiap empat jam sekali.

2.    Cara Melepas Masker

      Sama halnya seperti memakai, melepas masker juga tak bisa dilakukan sembarangan. Berikut cara yang tepat :

  •  Cuci tangan sebelum melepas masker.
  • Jangan sentuh bagian depan masker saat melepasnya. Lepas ikatan di belakang kepala atau lepas tali karet di bagian telinga.
  • Buang masker ke tempat sampah jika Anda menggunakan masker bedah. Jika Anda menggunakan masker kain, lipat dengan cara yang tepat. Jangan sampai bagian luar bersentuhan dengan bagian dalam masker.
  • Cuci tangan dengan air dan sabun.

 

Kesalahan saat Memakai Masker

      Ada protokol yang perlu diperhatikan saat menggunakan masker. Kesalahan saat menggunakan berakibat pada penurunan efektivitas masker dan meningkatnya risiko penularan. Berikut beberapa kesalahan memakai masker yang sering menjadi kebiasaan.

Langsung pakai

        Tanpa sadar banyak orang menggunakan masker tanpa memperhatikan kondisi tangan. Padahal, tangan belum tentu aman dari kuman. Untuk memastikan tetap steril, cuci tangan dengan sabun dan air atau hand sanitizer sebelum mengenakan masker.

Menyentuh bagian depan masker

       Ada saja kalanya saat seseorang kerap menyentuh bagian depan masker. Misalnya, saat melepas masker. Menyentuh bagian depan masker berisiko membuat kuman menempel dan berpindah ke tangan. Selalu cuci tangan setiap kali tak sengaja menyentuh bagian depan masker.

Masker diturunkan ke bawah dagu atau leher

       Melepas masker dirasa terlalu merepotkan untuk kondisi-kondisi tertentu. Misalnya, saat makan. Alih-alih melepas, banyak orang memilih untuk menurunkan masker ke area dagu atau leher. Padahal, cara tersebut bukan solusi yang tepat. Cara tersebut hanya akan membuat area sekitar dagu dan leher terpapar kuman yang menempel di permukaan masker.

Hanya menutup bagian mulut

       Masker memang membuat pernapasan jadi tak nyaman. Akibatnya, banyak orang mengenakan masker hanya dengan menutup bagian mulut. Sementara bagian hidung tetap terbuka. Cara ini jelas keliru. Pasalnya, selain mulut, hidung juga menjadi salah satu pintu masuknya berbagai kuman yang bisa menimbulkan penyakit.

Melipat sembarangan

       Lipat masker dengan baik. Jangan sampai bagian luar masker menyentuh bagian dalam masker.

Memakai masker terlalu lama

       Masker yang terlalu lama akan terasa lembap dan basah. Kondisi tersebut menjadi wadah yang ideal bagi kuman berkembang biak. WHO merekomendasikan untuk mengganti masker setiap empat jam sekali atau saat masker dirasa telah basah

 

sumber dari : www.cnnindonesia.com

Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersama dengan masyarakat yang dikelola dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat, guna memberdayakan masyarakat dalam penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) serta memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar.

Posyandu dapat digolongkan menjadi 4 strata, yaitu Posyandu Pratama, Posyandu Madya, Posyandu Purnama, dan Posyandu Mandiri.

Posyandu menjadi perpanjangan tangan Puskesmas dalam memberikan pelayanan dan pemantauan kesehatan yang dilaksanakan secara terpadu. UPTD Puskesmas Oebobo memfasilitasi pemberian pelayanan kesehatan di posyandu di wilayah kerja UPTD Puskesmas Oebobo, yaitu Posyandu Kelurahan Oebobo, Kelurahan Oetete dan Fatululi.     

Penilaian Posyandu Balita Tingkat Kota Kupang Tahun 2020 di Kelurahan Fatululi dilaksanakan  pada hari Selasa, 14 Juli 2020. Kegiatan dilaksanakan di 3 Posyandu, yaitu Posyandu Apel dengan strata Purnama, Posyandu Lagundi dengan strata Madya dan Posyandu Melati dengan strata Mandiri.

 

Pose Bersama Kader Posyandu Apel, UPTD Puskesmas Oebobo, dan Dinkes Kota Kupang

 

Pose Bersama Kader Posyandu Lagundi, UPTD Puskesmas Oebobo, dan Dinkes Kota Kupang

 

Dengan Tim Penilai dari TP PKK Kota Kupang dan Dinas Kesehatan Kota Kupang (Seksi Promosi Kesehatan). Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Lurah sebagai Pembina posyandu balita di Kelurahan Fatululi.

Penilaian posyandu balita dimulai dari menilai kelengkapan administrasi posyandu seperti SK Pengurus Posyandu dan buku administrasi kegiatan posyandu, setelah itu dilanjutkan dengan cakupan kegiatan dan hasilnya. Penilaian dilakukan dengan metode wawancara dan observasi oleh tim penilai.

 

Proses Penilaian Kelengkapan Administrasi Posyandu Melati oleh Tim Penilai dari TP PKK Kota Kupang

 

Proses Penilaian Kelengkapan Administrasi Posyandu Apel oleh Tim Penilai dari Dinkes Kota Kupang

 

Proses Penilaian Kelengkapan Administrasi Posyandu Lagundi oleh Tim Penilai dari Dinkes Kota Kupang

 

Afiani S. Kinle’e SKM selaku Penanggung Jawab Promkes UPTD Puskesmas Oebobo menuturkan bahwa “kegiatan Penilaian Posyandu Balita ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana fungsi vital Posyandu sudah dijalankan dan capain hasilnya. Posyandu merupakan ujung tombak dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak yang mencakup lima fungsi pelayanan, yakni pemantauan pertumbuhan, penyuluhan gizi dan kesehatan, imunisasi, pelayanan KB dan pelayanan kesehatan dasar. Selain itu penilaian ini juga dilakukan untuk persiapan lomba posyandu balita Tingkat Provinsi NTT”.

 

New Normal, Berdamai dengan Covid-19

Kamis, 16 Juli 2020 02:09

New normal atau adaptasi kebiasaan baru adalah langkah percepatan penanganan Covid-19 dalam bidang kesehatan, sosial dan ekonomi. 

Masyarakat hidup “berdampingan“ dengan Covid-19 sambil menjalani aktifias seperti biasa. Namun, tetap ada batasan-batasannya dengan mematuhi protokol pencegahan    Covid-19, seperti :

  • Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau dengan hand sanitizer
  • Tidak menyentuh wajah dengan tangan yang belum dicuci
  • Menerapkan physical distancing (jaga jarak)
  • Mengenakan masker dalam setiap aktifitas terutama di tempat umum

 

Protokol kesehatan di masa New Normal menurut Kementrian Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19  :

  1. Cuci tangan pakai sabun dan air mengalir selama 20 detik atau dengan hand sanitizer
  2. Hindari menyentuh wajah (area mata, hidung, mulut) sebelum mencuci tangan
  3. Ketika batuk dan bersin harus menutup mulut dan hidung menggunakan lengan atas bagian dalam
  4. Gunakan masker ketika beraktifitas terutama di tempat umum
  5. Jaga jarak dengan orang lain 1,5-2 Meter dan hindari kerumunan.
  6. Jika sakit sebaiknya tetap di dalam rumah (isolasi mandiri)
  7. Selama berada di dalam ataupun di luar rumah pastikan kesehatan tetap terjaga dengan cara konsumsi makanan bergizi seimbang, olah raga dan istirahat yang cukup.

 

Protokol Kesehatan New Normal di pasar:

  1. Semua pedagang dan pengelola pasar wajib bebas Covid-19 melalui rapid test/tes PCR oleh pemda
  2. Jaga jarak antar pedagang minimal 1,5 meter
  3. Sebelum pasar dibuka dilakukan ukur suhu tubuh pedagang dan pengelola pasar (<37,50 C)
  4. Melarang masuk orang dengan batuk, flu dan sesak napas\
  5. Wajib gunakan masker dan jaga jarak antrean serta kontrol suhu tubuh pengunjung (<37,50 C)
  6. Di area pasar disediakan tempat cuci tangan, sabun dan hand sanitizer serta melakukan penyemprotan desinfektan di ruangan atau lokasi pasar setiap dua hari sekali
  7. Menjaga kesbersihan lokasi berjualan
  8. Mencegah kerumunan dalam pasar dengan memperhatikan pengaturan waktu kunjungan
  9. Pengaturan waktu pasokan barang dari dan keluar pasar
  10. Mengoptimalkan ruang terbuka outdoor untuk menjga jarak antar pedagang.

 

Protokol Kesehatan New Normal di Mall :

  1. Wajib gunakan masker
  2. Karyawan yang bertugas harus sehat
  3. Melakukan pemeriksaan suhu tubuh
  4. Tidak berdesakan
  5. Menerapkan jaga jarak
  6. Mengutamakan pembayaran digital
  7. Sterilisasi fasilitas yang rawan penularan virus (area yang disentuh pengunjung) dengan penyemprotan desinfektan sesering mungkin.

 

Protokol Kesehatan New Normal di tempat kerja :

  1. Pengukuran suhu tubuh pekerja
  2. Pengaturan jam kerja
  3. Pembagian shift pekerja
  4. Penggunaan masker selama bekerja
  5. Menyediakan asupan nutrisi untuk mendukung daya tahan tubuh pekerja
  6. Memfasilitasi lokasi kerja bersih dan higienis
  7. Menyiapkan sarana cuci tangan
  8. Membentuk tim Covid-19
  9. Memastikan pekerja hidup bersih dan sehat sesuai dengan protokol kesehatan yang disarankan.

Oleh : Promosi Kesehatan UPTD Puskesmas Oebobo Tahun 2020

Apa itu COVID-19?

Coronavirus Desease 19 (Covid-19) adalah penyakit yang disebabkan oleh Novel Coronavirus (2019-nCov) atau yang kini dinamakan SARS-Cov-2. Virus ini merupakana  virus jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia.

 

Bagaimana gejala covid-19?

Tanda dan gejala umum infeksi COVID-19 adalah gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk sesak napas hingga pada kasus yang berat menyebabkan pneumoni, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal dan bahkan kematian. Masa hidup virus 2-14 hari.

 

Bagaimana penularan covid-19?

Melalui droplet/butiran ludah, kontak langsung ataupun udara (jika dilakukan tindakan medis tertentu seperti bersihkan karang gigi dan uap untuk keluarkan lender (nebulizer).

 

Bagaimana cara virus masuk ke dalam tubuh orang sehat?

Virus corona masuk melalui mulut, hidung dan mata sehingga kita harus menutup area tersebut ,menggunakan masker, kacamata atau penutup wajah.

 

Siapa saja yang berisiko terhadap covid-19?

Siapa saja bias tertular dan menularkan virus corona baik laki-laki atau perempuan, orang dewasa, anak-anak hingga lanxia. Namun, ada kelompok yang lebih rentan (resiko tinggi) terkena virus corona yaitu: penderita diabetes, kanker, HIV, wanita hamil dan gangguna pernapasan lainnya (contohnya: asma).

 

Bagaimana cara mencegah covid-19?

  • Cuci tangan pakai sabun dan air mengalir sesering mungkin.

  • Tinggal di rumah.
  • Jaga jarak (1,5 meter) dan hindari kerumunan.

  • Tidak berjabat tangan
  • Pakai masker jika sakit dan berada di tempat umum
  • Tidak menyentuh wajah sebelum menyentuh wajah
  • Menjaga daya tahan tubuh tetap kuat melalui makanan bergizi seimbang, olah raga teratur dan istirahat yang cukup.

 

Untuk mudahnya, lawan covid-19 dengan ANTIBODY :

 

Jika ada yang merasakan gejala umum Covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas, segera ke puskesmas untuk memeriksanakan diri.

 

Jika ada masyarakat yang merasa pernah kontak dengan pasien positif maka harus segera melapor ke pihak petugas kesehatan, wajib isolasi mandiri di rumah jika tidak ada gejala dan ikuti petunjuka dari petugas kesehatan untuk tindakan pemeriksaan rapid ataupun swab.

 

Jika ada keluarga, tetangga atau kenalan di lingkungan kita yang terkena covid-19 makan jangan panik, jangan stress, jangan dikucilkan/didiskriminasi, tetap memberi dukungan dan semangat.

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Mari bersama-sama cegah dan lawan Corona Virus…Masyarakat sehat, Kota Kupang sehat.

 

Tim Promkes UPTD Puskesmas Oebobo : Afiani S. Kinle’e, SKM & Fransisco Darjan, SKM

Rumah makan merupakan tempat pengolahan makanan yang memproduksi dan menjual berbagai jenis makanan dan minuman bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan pergeseran pola hidup dari kebiasaan makan di rumah menjadi makan di rumah makan.

 

Sebagai konsekuensi dari perkembangan rumah makan diperlukan upaya penyehatan makanan dan minuman untuk menjamin bahwa tidak terjadi masalah kesehatan masyarakat terkait usaha rumah makan/restoran. Salah satu upaya penyehatan makanan dan minuman yang dilakukan adalah pengawasan hygiene sanitasi makanan.

 

UPTD Puskesmas Oebobo melakukan pengawasan hygiene sanitasi makanan terhadap rumah makan/restoran yang berada di wilayah kerja puskesmas. Pengawasan di dalamnya termasuk IKL (Inspeksi Kesehatan Lingkungan) dan pengambilan sampel makanan, seperti dilakukan pada hari Senin, 6 dan Selasa 7 Juli 2020 di Lippo Plaza pada Waroeng Restoran dan Lorrita Resto.

 

Pengambilan sampel dilakukan oleh Sanitarian UPTD Puskesmas Oebobo, Tabita Aderince Timu, SKM. Pengambilan sampel berupa sampel makanan dan minuman yang dijual di kedua restoran tersebut.

 

Sanitarian Tabita A. Timu, SKM melakukan pengambilan sampel makanan di Lorrita Resto

Pengawasan sanitasi restoran/rumah makan dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Restoran/rumah makan yang memenuhi standar persyaratan selain mempunyai dampak bagi kesehatan juga mempunyai dampak ekonomi baik bagi pengusaha sendiri maupun pemerintah.

UPTD Puskesmas Oebobo melakukan upaya pencegahan Covid-19 melalui berbagai cara. Salah satunya dengan melakukan penyuluhan keliling.

Kegiatan berlangsung di RT 25 Kelurahan Oebobo. Pada hari Jumat, 24 April 2020 pada pukul 14.00 WITA.

Dalam Penyuluhan Keliling masyarakat diimbau untuk menaati semua aturan yang dikeluarkan pemerintah. Yakni dengan melakukan physical distancing (menjaga jarak fisik), menjaga kesehatan dan kebersihan.

 Menjaga jarak fisik dilakukan dengan cara tidak berdekatan atau berkumpul di keramaian atau tempat-tempat umum dengan jarak 1-2 meter, Jika terpaksa keluar ke tempat umum, wajib mengenakan masker, menerapkan Work From Home atau bekerja dari rumah serta untuk sementara waktu lakukan ibadah di rumah.

Selain menjaga jarak fisik, masyarakat perlu menjaga kesehatan, dalam hal ini menjaga imunitas/daya tahan tubuh yaitu dengan tidur yang cukup, makan makanan bergizi, konsumsi multivitamin, melakukan aktifitas fisik atau olah raga di rumah, berjemur di bawah sinar matahari serta mengendalikan stress.

 Menjaga kebersihan adalah hal yang sangat penting yaitu dengan sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, tidak sering menyentuh wajah, mempraktekan etika bersin dan batuk dengan benar.

Bersama-sama dengan Lurah Oebobo, Bapak John Edwar Purba, S.SE, Ketua RW 9 beserta Ketua RT 25, 26, 27, dan 28, juga dibagikan masker dan sembako bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid – 19, serta pembagian Makanan Tambahan bagi bagi balita kurus dan ibu hamil KEK serta penyerahan pita LILA secara simbolis kepada kader posyandu Melati Kelurahan Oebobo.

Lurah Oebobo, John Edward Purba, SE  menyerahkan makanan tambahan pada Warga balita kurus di RT 25 Kelurahan Oebobo

 Petugas Gizi Puskesmas Oebobo, Siska Herlina, S.Gz menyerahkan Pita LILA kepada Kader Posyandu dan makanan tambahan kepada balita kurus dan ibu hamil KEK di Posyandu Melati, Oebobo

 

 

Dalam rangka meningkatkan pengetahuan tentang penyakit TBC, UPTD Puskesmas Oebobo bekerjasama dengan PERDHAKI mengadakan kegiatan Review Tugas PMO (Pengawas Menelan Obat) TBC pada hari Rabu,  12 Maret 2020 di Ruang Pertemuan UPTD Puskesmas Oebobo.

Kegiatan  ini difasilitasi oleh Penanggung Jawab Program TB Perawat Meryanti, S.Kep, Ns Kegiatan ini dihadiri oleh PMO TBC di wilayah kerja UPTD Puskesmas Oebobo.

Review Tugas PMO TBC bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan & ketrampilan para PMO, serta untuk mengevaluasi peran PMO dalam program penanggulangan TBC di wilayah kerja UPTD Puskesmas Oebobo.

Kegiatan Review Tugas PMO TBC merupakan salah satu dari berbagai kegiatan Program TBC di UPTD Puskesmas Oebobo. Ada juga Deteksi Dini TBC, Penemuan Pasien TBC, Pengambilan Spesimen Dahak, Pemberian Obat TBC gratis selama 6 hingga 9 bulan di puskesmas bagi penderita TB,  serta kegiatan penyuluhan TBC di Posyandu-posyandu di Kelurahan Oebobo, Oetete dan Fatululi.

Akhir kata, UPTD Puskesmas Oebobo mengucapkan Selamat hari TBC sedunia Tahun 2020. Kiranya melalui berbagi kegiatan Program TB di UPTD Puskesmas Oebobo diharapkan dapat mewujudkan eliminasi TBC di Indonesia umumnya dan Kota Kupang Khususnya.

 

 

UPTD Puskesmas Oebobo melakukan upaya mengurangi penyebaran Covid – 19 dengan menerapkan Social Distancing (pembatasan sosial) sesuai dengan instruksi Walikota Kupang. Melalui sosialisasi terkait Social Distancing, Puskesmas Oebobo mengingatkan masyarakat untuk sebisa mungkin berdiam di rumah, hindari tempat umum seperti mall dan bioskop, hindari tempat lembab dan ber-AC, usahakan berada di ruang terbuka dan berjemur matahari, hindari keramaian dan kegiatan massal. Sementara itu diberi jarak antara pasien dengan pasien, pasien dengan petugas kesehatan serta mengingatkan masyarakat untuk mencuci tangan dengan sabun, atau menggunakan hand saniter, juga menjaga kesehatan dengan makan makanan yang bergizi untuk memperkuat daya tahan tubuh.

Social distancing sangat penting untuk memerangi pandemi covid-19 karena saat ini belum ada vaksin yang ditemukan. Anda harus melakukan segala upaya untuk sebisa mungkin menjaga jarak secara fisik dengan satu sama lain. 
 
Social distancing dilakukan selama 14 hari, poin utamanya adalah untuk menyelamatkan ribuan orang. Virus ini memiliki waktu inkubasi selama 14 hari.
 
Saat banyak orang melakukan aktivitasnya di rumah saja, maka laju penularannya bisa berkurang dan bahkan berhenti. Dengan seperti itu para tenaga medis bisa punya waktu untuk mengobati mereka yang sudah terpapar virus covid-19 sampai sembuh.
 
Social distancing diharapkan bisa menjadi jawaban untuk menghindari beludaknya pasien di rumah sakit seperti yang terjadi di Wuhan, Tiongkok dan Italia. 
 
Anda tidak perlu khawatir dengan berdiam diri di rumah. Ini karena Anda bisa tetap melakukan aktivitas seperti biasa di sana dengan menggunakan internet. Ini menjadi cara untuk lebih bersantai tapi tetap produktif.

 

Dengan social distancing, maka risiko Anda untuk tertular dari COVID-19 dari orang lain akan berkurang. Sebaliknya, jika Anda ternyata terinfeksi tapi tidak menyadarinya, maka menjauhkan diri dari keramaian akan sangat membantu mencegah penyebaran.

Virus SARS-COV2 yang merupakan penyebab COVID-19, menyebar melalui droplet atau percikan air liur. Jadi, jika seseorang yang terinfeksi virus ini kemudian tidak sengaja batuk atau bersin tanpa menutup mulutnya, maka droplet akan jatuh pada permukaan yang ada di dekatnya.

Saat ada orang lain yang tidak terinfeksi memegang permukaan tersebut, lalu menyentuh mulut, hidung atau matanya tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, maka ia berisiko tinggi ikut tertular. Inilah yang membuat angka penularan penyakit ini naik drastis dalam waktu singkat.

Banyak orang yang tidak sadar bahwa dirinya terinfeksi, lalu pergi ke berbagai lokasi untuk menemui teman dan kerabatnya. Akibatnya, penyebaran virus ini semakin luas. Apalagi, virus ini sudah bisa menular ke orang lain, meskipun orang-orang yang terinfeksi tidak merasakan gejala yang berat. Mereka bisa saja merasa sehat dan hanya sedikit bersin-bersin atau flu, namun ternyata sudah terinfeksi COVID-19.

Bayangkan jika orang yang terinfeksi itu masih tetap masuk kerja, sekolah, datang ke seminar, atau konser musik. Meski awalnya yang terinfeksi hanya satu orang, namun setelah menyebar, bisa saja ribuan orang lainnya yang berada di tempat tersebut, juga terinfeksi.

Jadi mulai sekarang, agar penyebaran virus ini tidak makin meluas di Indonesia, peran yang bisa Anda lakukan adalah dengan melakukan social distancing. Jangan beraktivitas di luar rumah kecuali jika benar-benar diperlukan. Untuk sementara waktu, hindari berkumpul secara langsung dengan teman atau saudara. Tidak perlu juga untuk mengunjungi pusat keramaian seperti mal atau tempat wisata.

Halaman 1 dari 6