Puskesmas Oebobo Kupang

Informasi Kesehatan

Displaying items by tag: covid19

Seseorang yang telah di vaksin Covid-19 harus tetap mematuhi protokol kesehatan. Vaksin dapat memberikan manfaat berupa menumbuhkan antibodi, namun belum diketahui efektivitasnya dalam mencegah transmisi atau penularan terhadap orang lain. Oleh karena itu, seseorang yang telah di vaksin harus tetap mematuhi protokol kesehatan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga Jarak).

Epidemiolog dari Universitas Andalas (Unand), Sumatera Barat Defriman Djafri mengatakan usai vaksinasi COVID-19, seseorang minimal membutuhkan waktu 14 hari untuk mengetahui apakah antibodi atau kekebalan telah terbentuk di dalam tubuh. Sehingga, dalam kurun waktu tersebut peluang terinfeksi virus masih ada apalagi protokol kesehatan tidak dilakukan dengan baik dan benar sesuai anjuran pemerintah.

Salah satu tujuan vaksinasi adalah untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok. Sementara itu, kekebalan kelompok atau herd immunity ini baru bisa terjadi kalau 70 persen rakyat Indonesia divaksin, sehingga bisa melindungi 30 persen rakyat lainnya yang tidak bisa divaksin atau yang rentan kesehatannya.

Kita tetap wajib menjaga daya tahan tubuh. Setelah vaksin, bukan berarti bisa ke tempat ramai. Kita juga harus tetap makan dan minum yang bergizi , mengkonsumsi vitamin dan tetap menjaga hati bahagia.

Menjalankan protokol kesehatan seharusnya sudah menjadi bagian dari gaya hidup di masa pandemi. Dengan begitu, walau sudah mendapatkan dosis vaksin lengkap tetap harus melaksanakan prokes secara berkelanjutan, tetap berhati-hati dan waspada. Namun tidak perlu diiringi kepanikan.

 

Puskesmas Oebobo melakukan pelayanan Vaksinasi Covid-19 di gereja-gereja wilayah kerja Puskesmas Oebobo.

Pada hari Sabtu, tanggal 5 Juni 2021, dlaksanakan vaksinasi di halaman depan Gereja Jemaat PNIEL Oebobo. Sebelum memberikan vaksinasi, petugas memberikan penyuluhan tentang pentingnya vaksinasi covid-19 bagi tubuh, cara kerja vaksin serta efek sampingnya. Di samping pelayanan vaksinasi juga dilakukan PCR Test (polymerase chain reaction test) bagi masyarakat Kelurahan Oebobo dan sekitarnya.

Penyuluhan tentang pentingnya vaksinasi covid-19

 

Pelayanan diberikan oleh Tim Vaksinasi dan Tim Covid-19 Puskesmas Oebobo. Kegiatan dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Vaksinasi di Gereja Jemaat PNIEL Oebobo diberikan kepada 309 orang masyarakat, dan PCR Test terhadap 52 orang masyarakat.

Vaksinasi menyasar masyarakat umum, khususnya masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Oebobo. Telah dilaksanakan di beberapa gereja yaitu GKIN Revival Oebobo, Jemaat Karmel Fatululi, dan Jemaat PNIEL Oebobo, serta akan dilaksanakan di gereja lainnya di kelurahan Oebobo, Oetete dan Fatululi.

 

Puskesmas Oebobo melakukan pelayanan Vaksinasi Covid-19 di Trans Mart Kupang. Pelayanan Vaksinasi Covid-19, tidak hanya dilakukan di gedung puskesmas, tapi juga dapat dilakukan secara mobile “jemput bola’’.

Sekarang Vaksinasi memasuki tahap ketiga, pada tahapan ini vaksinasi menyasar masyarakat umum. Pelayanan vaksinasi covid-19 di Trans Mart diberikan kepada 120 orang pegawai Trans Mart Kupang.

Sasaran penerima vaksin wajib membawa KTP (Kartu Tanda Penduduk). Di Meja 1 akan dilakukan pendaftaran dan verifikasi data. Di meja 2 sasaran penerima vaksin akan diskrining oleh petugas untuk memastikan layak atau tidak menerima vaksin Covid-19. Adapun sasaran yang layak diminta lanjut ke meja 3. Di sini dilakukan pemberian vaksin. Di meja 4 akan dilakukan observasi. Petugas mempersilahkan sasaran untuk menunggu 30 menit sebagai antisipasi bila ada KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). Nantinya penerima vaksin diberikan kartu vaksinasi dan penanda edukasi pencegahan Covid-19.

Pelayanan Vaksinasi dilakukan oleh Tim Vaksinasi Covid-19 Puskesmas Oebobo, yang terdiri dari dokter, perawat dan bidan. Kegiatan dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan.

UPTD Puskesmas Oebobo bersama mahasiswa Poltekes Kemenkes Kupang Prodi Sanitasi melakukan Kerja Bakti bagi masyarakat di RT 39 Kelurahan Fatululi.

Kegiatan berlangsung pada hari Senin, 19 April 2021, kegiatan meliputi kerja bakti membersihkan lingkungan, desinfeksi rumah warga bagi yang bersedia, pembagian masker gratis, penyuluhan keliling tentang DBD dan Covid-19.

Mahasiswa sedang melakukan desinfeksi rumah warga

 

Dengan desinfeksi diharapkan dapat mengurangi/menghilangkan virus covid-19 di lingkungan rumah warga. Selain desinfeksi, masyarakat diingatkan tentang 5M, yaitu

  1. Memakai masker,
  2. Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir,
  3. Menjaga jarak,
  4. Menjauhi kerumunan, serta
  5. Membatasi mobilisasi dan interaksi.

 

Masyarakat harus selalu menjaga kebersihan lingkungan, mengingat tidak hanya covid-19 yang mengancam, tetapi juga DBD (Demam Berdarah Dengue). DBD dapat dicegah dengan menerapkan 3M Plus yaitu :

  1. Menguras, merupakan kegiatan membersihkan/menguras tempat yang sering menjadi penampungan air seperti bak mandi, kendi, toren air, drum dan tempat penampungan air lainnya.
  2. Menutup, merupakan kegiatan menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi maupun drum. Menutup juga dapat diartikan sebagai kegiatan mengubur barang bekas di dalam tanah agar tidak membuat lingkungan semakin kotor dan dapat berpotensi menjadi sarang nyamuk.
  3. Memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang), khususnya barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk demam berdarah.

Yang dimaksudkan Plus-nya adalah bentuk upaya pencegahan tambahan seperti berikut:

  • Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk
  • Menggunakan obat anti nyamuk
  • Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi
  • Gotong Royong membersihkan lingkungan
  • Periksa tempat-tempat penampungan air
  • Meletakkan pakaian bekas pakai dalam wadah tertutup
  • Memberikan larvasida pada penampungan air yang susah dikuras
  • Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar
  • Menanam tanaman pengusir nyamuk

Pandemi COVID-19 merupakan bencana non alam yang dapat memberikan dampak pada kondisi kesehatan jiwa dan psikososial setiap orang. Menurut WHO (2020), munculnya pandemi menimbulkan stres pada berbagai lapisam masyarakat.

Puskesmas Oebobo bekerja sama dengan Humanity & Inclusion (HI) dan Circle of Imagine Sociaty (CIS) Timor menyediakan layanan hotline psikososial GRATIS bagi masyarakat yang membutuhkan.

Layanan ini diharapkan dapat mengurangi beban emosi individu maupun masyarakat. Dengan kondisi emosi masyarakat yang bisa ditangani dengan baik, diyakini juga akan membantu kesiapan dan daya tahan masyarakat dalam situasi pandemi saat ini.

Informasi terkait layanan ini bisa disimak di bawah ini. Salam Sehat.

Layanan Hotline Psikososial Gratis

Rabu, 24 Maret 2021 02:07
Dipublikasi pada : Warta
Artikel Tags :

Vaksinasi selain untuk membuat tubuh kebal terhadap virus juga membantu untuk membangun kekebalan imun dalam suatu komunitas yang diharapkan berujung pada berhentinya pandemi covid-19. Oleh karenanya, peran masyarakat dalam mendukung vaksinasi Covid-19 dinilai penting. Di Indonesia, Vaksinasi Covid 19 dilakukan secara bertahap. Sekarang kita sampai pada Vaksinasi Covid-19 Tahap 2. Vaksinasi tahap 2 termin 1 ini diberikan kepada kelompok Lansia usia 60 tahun ke atas dan pelayan Publik.

Vaksinasi Covid-19 sangat penting bagi lansia karena kelompok usia lanjut lebih rentan terhadap infeksi virus Corona. Adanya penyakit penyerta dan kondisi fisik yang mulai melemah membuat lansia lebih sulit untuk melawan infeksi, termasuk Covid-19. Itulah sebabnya, lansia menjadi prioritas untuk menerima vaksin ini.

 

Apa saja hal yang perlu diperhatikan sebelum menerima vaksin Covid-19?

Sebelum menerima vaksi, ada hal-hl yang perlu diperhatikan agar proses vaksinasi dapat berjalan lancar, yaitu :

  • Mengenakan masker dari rumah hingga ke tempat vaksinasi.
  • Membawa hand sanitizer dan balpoin sendiri.
  • Apabila ingin membawa air minum maka gunakan sedotan untuk meminimalisir membuka masker.
  • Usahakan tidak membuka masker di lokasi vaksinasi.
  • Pastikan kondisi tubuh sedang fit sebelum vaksinasi, misalnya tidur yang cukup sehari sebelum vaksin dan makan makanan yang cukup dan bergizi.
  • Usahakan menggunakan kendaraan pribadi, dan apabila menggunakan kendaraan umum, maka ingatlah untuk selalu meminimalisir kontak dengan orang lain.

 

Selesai Vaksin, hal apa saja yang perlu diperhatikan?

Selain mempersiapkan diri sebelum vaksin, kita juga perlu memperhatikan beberapa hal setelah vaksin, seperti :

  • Menunggu 30 menit di ruang observasi.
  • Tetap menjaga jarak dengan orang di sekeliling
  • Dianjurkan untuk istirahat yang cukup.
  • Berolah raga asal dilakukan dengan cara yang benar
  • Mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang

Perlu perhatikan jika setelah mendapat vaksinasi, tubuh kita akan menyesuaikan dengan virus Covid-19 yang sudah 'dijinakkan' itu. Sehingga menjaga tubuh tetap vit dan sehat membantu untuk meningkatkan efektivitas vaksin virus ini. Ingat ya, vaksin ini bukan obat.

KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) Covid-19

Setelah vaksin diberikan, para penerima vaksin dianjurkan menunggu selama 30 menit. Saat itu, tenaga kesehatan akan memantau dan memastikan tidak ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). KIPI bisa terjadi dengan menimbulkan beragam gejala yakni sifatnya lokal semisal nyeri bekas suntikan, bengkak di lokasi suntikan dan kemerahan pada pada bekas suntikan, atau sistemik seperti demam, dan sakit kepala.

Untuk antisipasi, berikut efek yang mungkin bisa terjadi pada orang yang divaksinasi Covid-19.

  • Di lengan di mana tempat disuntik bisa terasa nyeri dan mengalami pembengkakan. Jika terjadi kompreslah area lengan yang disuntik atau gerakkan lengan secara perlahan. Jika dalam 24 jam tidak mereda, segera hubungi kontak petugas terkait. 
  • Bisa dirasakan oleh tubuh yakni demam, menggigil, kelelahan hingga sakit kepala. Jika terjadi selama masa observasi segera melapor pada petugas di lokasi. Namun, jika terjadi keluhan itu kurang dari 24 jam maka segera menghubungi petugas kesehatan terkait.
  • Jika ada efek samping yang mengkhawatirkan atau tampaknya tidak akan pergi setelah beberapa hari segera melapor ke petugas kesehatan terkait.

Tetaplah menjaga kesehatan dan ingat selalu 5M (mengenakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumuman, dan menjaga mobilitas). Salam Sehat.

Disadur dari : https://www.popmama.com, www.bisnis.com

 

Puskesmas Oebobo melakukan kegiatan Vaksinasi covid-19 tahap 2. Vaksinasi dilaksanakan pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu Jam 09.00 s/d 12.00 WITA. Berlokasi di Puskesmas Oebobo.

Pelaksanaan vaksinasi dimulai pada hari Sabtu, tanggal 06 Maret 2021. Sebanyak 37 orang Lansia, 10 orang pelayanan publik dan 14 orang tenaga kesehatan telah divaksinasi pada hari tersebut.

Vaksinasi tahap 2 termin 1 ini diberikan kepada kelompok Lansia usia 60 tahun ke atas dan pelayan Publik. Dengan sasaran 400 orang kelompok lansia, 100 orang Kepala Sekolah SD se- Kota Kupang, 20 orang pegawai Pengadilan Negeri Kupang, dan 20 orang pegawai Kejaksaan Negeri Kota Kupang.

Sasaran penerima vaksin wajib membawa KTP (Kartu Tanda Penduduk). Di Meja 1 akan dilakukan pendaftaran dan verifikasi data. Di meja 2 sasaran penerima vaksin akan diskrining oleh petugas untuk memastikan layak atau tidak menerima vaksin Covid-19. Adapun sasaran yang layak diminta lanjut ke meja 3. Di sini dilakukan pemberian vaksin. Di meja 4 akan dilakukan observasi. Petugas mempersilahkan sasaran untuk menunggu 30 menit sebagai antisipasi bila ada KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). Nantinya penerima vaksin diberikan kartu vaksinasi dan penanda edukasi pencegahan Covid-19.

UPTD Puskesmas Oebobo, melaksanakan kegiatan pemeriksaan Polimerase Chain Reaction Swab atau yang dikenal dengan PCR swab. Pemeriksaan berlangsung di Puskesmas pada hari Jumat, 5 Maret 2021.

Berdasarkan hasil tracing Tim Surveilans puskesmas, terdapat 66 orang warga, yang merupakan kontak erat dari pasien meninggal yang terkonfirmasi positif covid-19, pasien dengan hasil pemeriksaan swab antigen positif, serta kontak erat dari pasien terkonfirmasi positif covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Oebobo.

Pemeriksaan dilaksanakan oleh petugas laboratorium puskesmas, surleilans puskesmas dan Tim 3 T.

Pemeriksaan PCR swab menggunakan sampel lendir yang diambil dari dalam hidung maupun tenggorokan. Sebab virus corona akan menempel di bagian dalam hidung atau tenggorokan saat masuk ke dalam tubuh. Hasil akhir dari pemeriksaan swab PCR ini nantinya akan benar-benar memperlihatkan keberadaan virus SARS-COV2 di dalam tubuh seseorang.

Setelah proses pengambilan sampel selesai, akan dilakukan pengiriman sampel untuk diproses lebih lanjut hingga diketahui hasil pemeriksaan tersebut.

Selama menunggu hasil, warga yang sudah diperiksa wajib menjalani protokol isolasi mandiri di rumah, di bawah pemantauan Tim Surveilans puskesmas.

Pemeriksaan PCR swab merupakan salah satu Upaya 3T. 3T terdiri dari pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment). Pemeriksaan dini menjadi penting karena dengan mengetahui lebih cepat akan dapat dilakukan perawatan dengan cepat dan tepat., serta menghindari potensi penularan covid-19 ke orang lain.

 

Puskesmas Oebobo Laksanakan Pemeriksaan PCR Swab

Jumat, 05 Maret 2021 14:01
Dipublikasi pada : Warta
Artikel Tags :

Bagi beberapa orang yang terkonfirmasi positif covid-19, telah menjalani masa Isolasi selama 14 hari, dan dikatakan sembuh, namun masih saja mengalami beberapa gejala covid-19. Hal ini disebut sebagai Long COVID-19. Long Covid-19 dapat tetap timbul dalam hitungan minggu, hingga bulan sejak pemeriksaan terakhir menunjukkan hasil yang negatif.

 

Beberapa Gejala dari Long COVID-19

Long COVID-19, yang disebut juga long-haul atau long-tail, adalah istilah yang digunakan orang-orang untuk menjelaskan jika seseorang mengidap gejala virus corona lebih dari dua minggu. Hal ini telah ditetapkan oleh WHO secara resmi dan mengartikan jika beberapa orang membutuhkan waktu yang lebih lama bagi virus tersebut. Agar berhenti menimbulkan gangguan pada tubuh seseorang.

Beberapa pengidap penyakit yang disebabkan oleh virus corona ini dapat mengalami masalah yang mungkin lebih parah dari beberapa gejala yang umum timbul, seperti batuk terus-menerus, demam, hingga hilangnya kemampuan untuk mengecap atau mencium bau. Meski begitu, gejala ini tidak dianggap menular kepada orang lain, hanya saja masalah yang dirasakan dapat terjadi dalam waktu yang lama. Berikut ini beberapa gejala dari long COVID-19:

 

1. Gejala yang Ringan

Seseorang yang mengidap masalah ini dapat merasakan gejala yang ringan dan juga berat. Beberapa gejala yang timbul saat mengalami gangguan yang ringan adalah kelelahan, sesak napas, nyeri otot, nyeri sendi, kehilangan ingatan dan konsentrasi, hingga depresi. 

Gangguan ini dapat menyebabkan beberapa orang kesulitan untuk menjalani aktivitas hariannya. Maka dari itu, jika kamu mengalami sesak napas dalam waktu yang lama, batuk yang sulit sembuh, hingga nyeri sendi dan otot, ada baiknya untuk memeriksakan diri agar dapat menghindari masalah yang lebih besar.

 

2. Gejala yang Lebih Parah

Hal lainnya yang harus kamu tahu adalah sekitar 10–15 persen kasus dari gejala long COVID-19 ini dapat berkembang menjadi penyakit berat di mana 5 persen menyebabkan sakit kritis. Disebutkan jika terjadi penurunan kapasitas fisik saat berolahraga dan tingkat kesehatan, yang secara signifikan lebih berisiko tinggi terhadap seseorang yang pernah mengidap SARS dalam 24 bulan terakhir.

Beberapa gangguan parah yang dapat terjadi, antara lain:

  • Jantung: Gangguan ini juga dapat berdampak buruk pada jantung yang meliputi kerusakan pada otot jantung dan gagal jantung.
  • Paru-Paru: Kamu juga dapat mengalami kerusakan jaringan paru-paru dan gagal paru restriktif disebabkan oleh virus corona yang terjadi dalam jangka panjang.
  • Otak dan sistem saraf: Masalah lainnya yang dapat terjadi pada otak dan sistem saraf adalah kehilangan indra penciuman (anosmia), masalah yang berhubungan dengan tromboemboli, seperti emboli paru, serangan jantung, dan stroke, hingga gangguan kognitif.

 

Lalu, apa yang menyebabkan beberapa orang mengalami gejala yang lebih lama?

Dikutip dari King's College London, seseorang yang mengidap penyakit ini dan dirawat di rumah sakit membutuhkan waktu beberapa bulan untuk pulih sepenuhnya. Meski begitu, semakin banyak bukti yang menunjukkan jika beberapa orang memiliki gejala yang relatif ringan dan dirawat di rumah juga bisa mengalami long COVID-19. Gangguan ini meliputi kelelahan yang luar biasa, jantung yang terus berdebar-debar, nyeri otot, hingga kesemutan.

 

Namun, hal yang perlu diketahui adalah setiap orang yang mengidap COVID-19 dapat merasakan gejala yang berbeda. Maka dari itu, kamu perlu memastikan jika gejala yang dirasakan benar berhubungan dengan long COVID-19 atau tidak dengan cara memeriksakan diri ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat.

Sumber : www.halodoc.com

Waspadai Gejala Long Covid-19

Rabu, 24 Februari 2021 01:13
Dipublikasi pada : Info Sehat
Artikel Tags :

Pemberian vaksin merupakan salah satu upaya yang dinilai paling efektif untuk mengatasi pandemi COVID-19 yang masih terus berlangsung. Mari ketahui apa saja manfaat vaksin COVID-19 dan siapa yang perlu lebih dulu mendapatkannya.

Vaksinasi dilaksanakan untuk melengkapi upaya pencegahan penyakit COVID-19, seperti memakai masker, mencuci tangan, juga menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

 

Manfaat Vaksin COVID-19

Vaksinasi atau imunisasi merupakan prosedur pemberian suatu antigen penyakit, biasanya berupa virus atau bakteri yang dilemahkan atau sudah mati, bisa juga hanya bagian dari virus atau bakteri. Tujuannya adalah untuk membuat sistem kekebalan tubuh mengenali dan mampu melawan saat terkena penyakit tersebut.

Sebenarnya, sistem kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit bisa terbentuk secara alami saat seseorang terinfeksi virus atau bakteri penyebabnya. Namun, infeksi virus Corona memiliki risiko kematian dan daya tular yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan cara lain untuk membentuk sistem kekebalan tubuh, yaitu vaksinasi.

Vaksin COVID-19 yang sudah tiba di Indonesia berisi virus Corona (SARS-CoV-2) yang sudah dimatikan. Dengan mendapatkan vaksin COVID-19, Anda bisa memiliki kekebalan terhadap virus Corona tanpa harus terinfeksi terlebih dahulu.

 

Ada banyak manfaat yang bisa diperoleh jika Anda mendapat vaksin COVID-19, di antaranya:

  1. Menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat COVID-19

Seperti yang disebutkan sebelumnya, vaksin COVID-19 dapat memicu sistem imunitas tubuh untuk melawan virus Corona. Dengan begitu, risiko Anda untuk terinfeksi virus ini akan jauh lebih kecil.

Kalaupun seseorang yang sudah divaksin tertular COVID-19, vaksin bisa mencegah terjadinya gejala yang berat dan komplikasi. Dengan begitu, jumlah orang yang sakit atau meninggal karena COVID-19 akan menurun.

  1. Mendorong terbentuknya herd immunity

Seseorang yang mendapatkan vaksin COVID-19 juga dapat melindungi orang-orang di sekitarnya, terutama kelompok yang sangat berisiko, seperti lansia. Hal ini karena kemungkinan orang yang sudah divaksin untuk menularkan virus Corona sangatlah kecil.

Bila diberikan secara massal, vaksin COVID-19 juga mampu mendorong terbentuknya kekebalan kelompok (herd Imunity) dalam masyarakat. Artinya, orang yang tidak bisa mendapatkan vaksin, misalnya bayi baru lahir, lansia, atau penderita kelainan sistem imun tertentu, bisa mendapatkan perlindungan dari orang-orang di sekitarnya.

Kendati demikian, untuk mencapai herd immunity dalam suatu masyarakat, penelitian menyebutkan bahwa minimal 70% penduduk dalam negara tersebut harus sudah divaksin.

  1. Meminimalkan dampak ekonomi dan sosial

Manfaat vaksin COVID-19 tidak hanya untuk sektor kesehatan, tetapi juga sektor ekonomi dan sosial. Jika sebagian besar masyarakat sudah memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik untuk melawan penyakit COVID-19, kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat bisa kembali seperti sediakala.

 

Kelompok Prioritas Penerima Vaksin COVID-19

Saat ini, jumlah vaksin yang tersedia di Indonesia masih belum cukup untuk diberikan kepada seluruh masyarakat Indonesia sekaligus. Maka dari itu, ada beberapa kelompok yang diprioritaskan untuk mendapat vaksin COVID-19 terlebih dahulu.

Berikut ini adalah beberapa kelompok yang termasuk prioritas vaksin COVID-19:

  • Tenaga kesehatan yang memiliki risiko tinggi untuk terinfeksi dan menularkan COVID-19
  • Orang dengan pekerjaan yang memiliki risiko tinggi tertular dan menularkan COVID-19 karena tidak dapat melakukan jaga jarak secara efektif, seperti anggota TNI/Polri, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lainnya
  • Orang yang memiliki penyakit penyerta dengan risiko kematian tinggi bila terkena COVID-19

Setelah semua kelompok prioritas di atas mendapat vaksin COVID-19, vaksinasi akan dilanjutkan ke kelompok penerima vaksin COVID-19 lainnya, mulai dari penduduk di daerah yang banyak kasus COVID-19 sampai ke seluruh pelosok Indonesia.

Dari fakta-fakta di atas, bisa kita lihat bahwa vaksin COVID-19 membawa banyak manfaat, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga bagi banyak orang. Oleh sebab itu, meskipun banyak beredar isu-isu seputar vaksin yang belum jelas kebenarannya, Anda tidak perlu ragu atau takut untuk menjalani vaksinasi COVID-19.

Selagi menunggu vaksin COVID-19 diedarkan, Anda harus tetap menjalani protokol kesehatan dan sebisa mungkin menghindari bepergian ke luar rumah atau berkumpul dengan orang banyak.

 

https: www.alodokter.com

 

Mengenal Vaksin Covid-19

Rabu, 10 Februari 2021 00:42
Dipublikasi pada : Info Sehat
Artikel Tags :
Halaman 1 dari 2