Puskesmas Oebobo Kupang

Informasi Kesehatan

Displaying items by tag: penyuluhan

Sebagai upaya antisipasi penyebaran dan penularan Covid-19, UPTD Puskesmas Oebobo melakukan Penyuluhan Keliling di kelurahan Oebob, pada Selasa, 2 Februari 2021. Penyuluhan keliling tentang covid-19 dilakukan dengan ambulans yang diberi pengeras suara untuk menjaga agar tidak terjadi kerumunan masa, serta melihat cuaca yang kurang mendukung.

 Melalui penyuluhan ini, masyarakat diberikan informasi tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19 secara benar. Merujuk pada fakta bahwa covid-19 yang semakin merajalela di Kota Kupang. Berdasarkan data Pusdalops NTT 1 Februari 2021, terdapat 1410 orang di Kota Kupang yang terinfeksi covid-19. Bukan jumlah yang sedikit. Hal ini menunjukan bahwa virus corona berada di sekitar kita.

 Fransisko Darjan, SKM, tenaga Penyuluh Kesehatan Masyarakat Puskesmas Oebobo juga menginformasikan tentang akibat dari tidak menerapkan protokol kesehatan secara benar, serta gejala yang timbul apabila seseorang terpapar covid-19, yaitu :

  1. Tenggorokan gatal
  2. Tenggorokan kering
  3. Batuk kering
  4. Temperatur/suhu tubuh tinggi (lebih dari 37ᵒc )
  5. Sesak napas
  6. Kehilangan kemampuan indera penciuman/pembau

 Juga, secara singkat dipaparkan 3 (tiga) tahapan covid-19, yaitu :

  1. Covid-19 hanya di hidung - waktu pemulihan adalah setengah hari. (Menghirup uap Minyak kayu putih, minum vitamin C. Biasanya tidak ada demam, Asimtomatik.
  2. Tertular di tenggorokan - radang tenggorokan, waktu pemulihan 1 hari (kumur air panas, air hangat untuk diminum)
  3. Jika suhu tinggi maka minum parasetamol. Vitamin C, B-complex.
  4. Jika parah baru minum antibiotik (sesuai resep dokter)
  5. Timbul di paru-paru- batuk dan sesak napas 4 sampai 5 hari. (Vitamin C, B kompleks, kumur air panas, oksimeter, parasetamol, tabung oksigen bila berat, banyak cairan diperlukan, latihan pernapasan dalam).

Masyakat juga perlu tahu bahwa pH virus Corona  bervariasi dari 5,5 hingga 8,5. Sehingga, yang perlu kita lakukan untuk membasmi virus adalah mengkonsumsi lebih banyak makanan yang bersifat basa di atas tingkat keasaman virus, seperti berikut ini :

  1. Buah Pisang
  2. Lemon hijau - 9,9 Ph
  3. Lemon Kuning - pH 8,2
  4. Alpukat - 15,6 pH
  5. Bawang putih - 13,2 pH
  6. Mangga - 8,7 pH
  7. Tangerine - 8,5 pH
  8. Nanas - 12,7 pH
  9. Selada air - 22,7 pH
  10. Jeruk - 9,2 pH

Penyuluhan Keliling Covid-19 di Kelurahan Oebobo

Rabu, 03 Februari 2021 04:11
Dipublikasi pada : Warta

Demi mewujudkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), UPTD Puskesmas Oebobo melakukan kegiatan Penyuluhan PHBS di wilayah kerja UPTD Puskesmas Oebobo.

Penyuluhan dilaksanakan pada hari Kamis, 10 Desember 2020 oleh tenaga Penyuluh Kesehatan Masyarakat, Fransisko Darjan, SKM. Bertempat di SDN 1 Oebobo.

Penyuluhan bertujuan untuk memberikan informasi dan meningkatkan kesadaran peserta didik maupun pengajar tentang PHBS. PHBS di sekolah dapat dilakukan dengan cara berikut :

1. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir

2. Mengonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah

3. Memakai jamban bersih dan sehat

4. Olahraga yang teratur dan terukur

5. Memberantas jentik nyamuk

6. Tidak merokok

7. Membuang sampah pada tempatnya

8. Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan.

Penyuluhan PHBS di Sekolah

Kamis, 10 Desember 2020 04:37
Dipublikasi pada : Warta
Artikel Tags :

UPTD Puskesmas Oebobo melakukan upaya pencegahan Covid-19 melalui berbagai cara. Salah satunya dengan melakukan penyuluhan keliling.

Kegiatan berlangsung di RT 25 Kelurahan Oebobo. Pada hari Jumat, 24 April 2020 pada pukul 14.00 WITA.

Dalam Penyuluhan Keliling masyarakat diimbau untuk menaati semua aturan yang dikeluarkan pemerintah. Yakni dengan melakukan physical distancing (menjaga jarak fisik), menjaga kesehatan dan kebersihan.

 Menjaga jarak fisik dilakukan dengan cara tidak berdekatan atau berkumpul di keramaian atau tempat-tempat umum dengan jarak 1-2 meter, Jika terpaksa keluar ke tempat umum, wajib mengenakan masker, menerapkan Work From Home atau bekerja dari rumah serta untuk sementara waktu lakukan ibadah di rumah.

Selain menjaga jarak fisik, masyarakat perlu menjaga kesehatan, dalam hal ini menjaga imunitas/daya tahan tubuh yaitu dengan tidur yang cukup, makan makanan bergizi, konsumsi multivitamin, melakukan aktifitas fisik atau olah raga di rumah, berjemur di bawah sinar matahari serta mengendalikan stress.

 Menjaga kebersihan adalah hal yang sangat penting yaitu dengan sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, tidak sering menyentuh wajah, mempraktekan etika bersin dan batuk dengan benar.

Bersama-sama dengan Lurah Oebobo, Bapak John Edwar Purba, S.SE, Ketua RW 9 beserta Ketua RT 25, 26, 27, dan 28, juga dibagikan masker dan sembako bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid – 19, serta pembagian Makanan Tambahan bagi bagi balita kurus dan ibu hamil KEK serta penyerahan pita LILA secara simbolis kepada kader posyandu Melati Kelurahan Oebobo.

Lurah Oebobo, John Edward Purba, SE  menyerahkan makanan tambahan pada Warga balita kurus di RT 25 Kelurahan Oebobo

 Petugas Gizi Puskesmas Oebobo, Siska Herlina, S.Gz menyerahkan Pita LILA kepada Kader Posyandu dan makanan tambahan kepada balita kurus dan ibu hamil KEK di Posyandu Melati, Oebobo

 

 

UPT Puskesmas Oebobo melaksanakan kegiatan Posyandu Bayi Balita di wilayah kerja Puskesmas yaitu Kelurahan Oebobo, Oetete dan Fatululi.

Posyandu Bayi Balita di kelurahan Oetete awal tahun 2020 ini dilaksanakan di Posyandu Bhayangkara, salah satu Posyandu Bayi Balita di Kelurahan Oetete, pada hari Senin, 3 Februari 2020.

Ibu dan Bayi balita Sedang Mendengarkan Penyuluhan

Posyandu Bhayangkara mendapatkan kunjungan dari Ibu-ibu Bhayangkara Polresta Kupang, dengan ketua dr. Mellisa Maretta. Kunjungan ini sekaligus untuk melakukan penyuluhan tentang Novel coronavirus yang sedang marak dan meresahkan masyarakat. Menurutnya “Gejala umum berupa demam ≥380C, batuk, pilek, nyeri tenggorokan dan sesak napas, untuk memastikan seseorang terinfeksi Novel coronavirus atau bukan maka harus melalui pemeriksaan lab”.

Selain penyuluhan tentang Novel coronavirus, Tenaga Gizi dari Puskesmas Oebobo, Merly S. Rihi Pake, Amd. Gz. juga memberikan penyuluhan tentang Stunting. Stunting adalah kondisi ketika anak lebih pendek dibandingkan anak-anak lain seusianya, atau dengan kata lain, tinggi badan anak berada di bawah standar. Stunting terjadi karena kurangnya asupan gizi pada anak dalam 1000 hari pertama kehidupan, yaitu semenjak anak masih di dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun.

Penyuluhan hanyalah salah satu kegiatan dalam Posyandu. Selain itu dilakukan antropometri (pengukuran tinggi/panjang badan, berat badan), pemberian Vitamin A dan pemberian Obat Cacing.

 

Nutrisionist Merly S. Rihi Pake, Amd. Gz. bersama dr. Mellisa Maretta sedang melakukan pengukuran panjang badan balita

 

Kegiatan Posyandu di Kelurahan Oetete dilakukan kader Posyandu dengan bimbingan dari tenaga kesehatan dari UPT Puskesmas Oebobo yaitu tenaga Gizi Kelurahan Oetete Merly S. Rihi Pake, Amd. Gz., Bidan Kelurahan Oetete Dominggas Nafanu, Amd. Keb dan dokter umum.

Dalam rangka pencegahan dan Eliminasi Malaria 2020, UPT Puskesmas Oebobo melakukan kegiatan Penyuluhan Malaria di wilayah kerja UPT Puskesmas Oebobo.

Penyuluhan dilakukan oleh tenaga Penyuluh Kesehatan Masyarakat, Afiani Kinle’e, S.KM, Junita Kristine, S.KM beserta Penanggung Jawab Program Malaria UPT Puskesmas Oebobo, Yofita Nggame, Amd. Kep.

 

Penyuluhan Malaria di Posyandu Melati, Kelurahan Oebobo
Penyuluhan Malaria di Posyandu Melati, Kelurahan Fatululi
Penyuluhan Malaria di Posyandu Gardena, Kelurahan Fatululi
Penyuluhan Malaria di Posyandu Bayam, Kelurahan Fatululi

Penyuluhan dilakukan sepanjang bulan Oktober Tahun 2019. Bertempat di Posyandu-posyandu di Kelurahan Oebobo, Oetete dan Fatululi, dari pukul 09.00 Wita hingga selesai.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Malaria, sebagai langkah awal untuk mencegah penyakit Malaria.

Yofita Nggame, Amd. Kep. menjelaskan “penyakit Malaria dapat terjadi kapan saja, baik pada musim penghujan, maupun pada musim kemarau seperti sekarang ini, oleh karena itu sangatlah penting melakukan pencegahan, yaitu melalui 3M Plus”.

3M Plus yaitu Menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air, Menutup rapat tempat penampungan air, Mendaur/ menggunakan kembali barang yang sudah tak terpakai. Plus cara lainnya misalnya menaburkan bubuk larvasida/abate pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk.

 

Dalam rangka menyambut Hari TB Sedunia yang jatuh pada tanggal 24 Maret 2019, UPT Puskesmas Oebobo bekerja sama dengan PERDAKHI (Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia) dan KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) Kota Kupang melakukan kegiatan di bawah tema “Saatnya Indonesia Bebas TBC, Kota Kupang Bebas TBC Mulai dari Saya”.

Kegiatan dilakukan di Pasar Oebobo, Kelurahan Fatululi. Pada hari Selasa, 19 maret 2019. Berlangsung dari pukul 10.00 hingga 12.00 WITA.

Kegiatan dimaksud terdiri dari Penyuluhan TB dan HIV serta deteksi dini TB dan HIV. Penyuluhan tentang TB dilakukan oleh Pengelola program TB UPT Puskesmas Oebobo, Ibu Meriyanti, S.Kep. Ns, serta Penyuluhan tentang HIV dilakukan oleh Pengelola Program IMS HIV/AIDS UPT Puskesmas Oebobo, Ibu Jasintha Paula Bere dan Maria Pau, Amd. Keb.

Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat di wilayah Kelurahan Fatululi dan sekitarnya mendapatkan informasi terkait TB dan HIV, serta dapat mengetahui dan mencegah secara dini penyakit TB dan HIV.  

Diare adalah buang air besar encer yang lebih sering dari biasanya, dapat berupa air saja, bila mengandung darah biasa disebut disentri. Atau diare adalah buang air besar dengan frekuensi lebih sering (lebih dari 3 kali sehari) dan bentuk tinja lebih cair dari biasanya).

Bahaya utama diare adalah kekuarangan cairan dna kekurangan gizi sehingga dapat menyebabkan kematian.

PENYEBAB DIARE

Penyebab langsung adalah makanan dan minuman yang tercemar oleh kuman penyakit atau bahan kimia yang akan menyebabkan diare.

Penyebab tidak langsung melalui kotoran/berak di sembarang tempat dengan media penular seperti air, serangga (lalat, kecoak), tikus, tanah dan tangan sampai makanan dan minuman manusia.

CARA PENULARAN DIARE

  • Makanan dan minuman sudah tercemar serangga atau tangan yang kotor.
  • Bermain dengan mainan yang kotor.
  • Penggunaan sumber air yang sudah tercemar dan tidak memasak air minum sampai mendidih.
  • Pencucian dan pemakaian botol susu yang tidak bersih (bagi bayi).
  • Tidak mencuci tangan dengan bersih setelah selesai buang air besar atau membersihkan tinja anak yang terinfeksi, sehingga mencemari perlengkapan bayi yang dipegang.

PENCEGAHAN DIARE

  • Berikan ASI saja sampai bayi berusia 6 bulan (ASI Ekslusif).
  • Minumlah air yang yang telah dimasak hingga mendidih.
  • Biasakan mencuci tangan dengan sabun dan air bersih sebelum menyiapkan makanan dan sesudah buang air besar dan kecil.
  • Makanlah makanan yang dimasak dan bergizi.
  • Buang air besar (berak) dan buang air kecil (kencing) pada jamban yang memenuhi syarat kesehatan.
  • Buanglah kotoran bayi di jamban.
  • Hindarkan makanan dan minuman dari lalat, kecoak, tikus dan racun.
  • Guntinglah kuku anda dua kali seminggu.
  • Jagalah kebersihan rumah dan lingkungan serta kebersihan diri dan bayi anda.

 

Apabila terdapat penderita diare di rumah, dapat dilakukan tindakan penanggulangan sebagai berikut :

  1. Setiap penderita harus diberi minum larutan oralit yang dapat diperoleh di puskesmas/ apotik
  2. Setiap penderita bayi harus terus diberi ASI dan makanan, penderita jangan dipuasakan
  3. Segera bawa ke puskesmas/rumah sakit apabila :
  • Panas
  • Tidak mau makan dan minum
  • Muntah terus menerus
  • Mencret terus menerus
  • Tinja berlendir dan berdarah

 

Segera bawa anggota keluarga anda yang mengalami diare ke Puskesmas Oebobo untuk ditangani oleh tenaga medis yang profesional.

Salam Sehat.

 

Cegah Diare dengan Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan

Senin, 18 Februari 2019 02:40
Dipublikasi pada : Info Sehat
Artikel Tags :

Demi meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk menjaga dan memelihara kesehatan diri dan lingkungan supaya terhindar dari penyakit diare, maka Puskesmas Oebobo melakukan kegiatan penyuluhan.

Penyuluhan Penyakit Diare di Puskesmas Oebobo

Rabu, 08 Agustus 2018 07:54
Dipublikasi pada : Warta
Artikel Tags :