Displaying items by tag: covid19

Pandemi COVID-19 merupakan bencana non alam yang dapat memberikan dampak pada kondisi kesehatan jiwa dan psikososial setiap orang. Menurut WHO (2020), munculnya pandemi menimbulkan stres pada berbagai lapisam masyarakat.

Puskesmas Oebobo bekerja sama dengan Humanity & Inclusion (HI) dan Circle of Imagine Sociaty (CIS) Timor menyediakan layanan hotline psikososial GRATIS bagi masyarakat yang membutuhkan.

Layanan ini diharapkan dapat mengurangi beban emosi individu maupun masyarakat. Dengan kondisi emosi masyarakat yang bisa ditangani dengan baik, diyakini juga akan membantu kesiapan dan daya tahan masyarakat dalam situasi pandemi saat ini.

Informasi terkait layanan ini bisa disimak di bawah ini. Salam Sehat.

Layanan Hotline Psikososial Gratis

Rabu, 24 Maret 2021 02:07
Dipublikasi pada : Warta
Artikel Tags :

Vaksinasi selain untuk membuat tubuh kebal terhadap virus juga membantu untuk membangun kekebalan imun dalam suatu komunitas yang diharapkan berujung pada berhentinya pandemi covid-19. Oleh karenanya, peran masyarakat dalam mendukung vaksinasi Covid-19 dinilai penting. Di Indonesia, Vaksinasi Covid 19 dilakukan secara bertahap. Sekarang kita sampai pada Vaksinasi Covid-19 Tahap 2. Vaksinasi tahap 2 termin 1 ini diberikan kepada kelompok Lansia usia 60 tahun ke atas dan pelayan Publik.

Vaksinasi Covid-19 sangat penting bagi lansia karena kelompok usia lanjut lebih rentan terhadap infeksi virus Corona. Adanya penyakit penyerta dan kondisi fisik yang mulai melemah membuat lansia lebih sulit untuk melawan infeksi, termasuk Covid-19. Itulah sebabnya, lansia menjadi prioritas untuk menerima vaksin ini.

 

Apa saja hal yang perlu diperhatikan sebelum menerima vaksin Covid-19?

Sebelum menerima vaksi, ada hal-hl yang perlu diperhatikan agar proses vaksinasi dapat berjalan lancar, yaitu :

  • Mengenakan masker dari rumah hingga ke tempat vaksinasi.
  • Membawa hand sanitizer dan balpoin sendiri.
  • Apabila ingin membawa air minum maka gunakan sedotan untuk meminimalisir membuka masker.
  • Usahakan tidak membuka masker di lokasi vaksinasi.
  • Pastikan kondisi tubuh sedang fit sebelum vaksinasi, misalnya tidur yang cukup sehari sebelum vaksin dan makan makanan yang cukup dan bergizi.
  • Usahakan menggunakan kendaraan pribadi, dan apabila menggunakan kendaraan umum, maka ingatlah untuk selalu meminimalisir kontak dengan orang lain.

 

Selesai Vaksin, hal apa saja yang perlu diperhatikan?

Selain mempersiapkan diri sebelum vaksin, kita juga perlu memperhatikan beberapa hal setelah vaksin, seperti :

  • Menunggu 30 menit di ruang observasi.
  • Tetap menjaga jarak dengan orang di sekeliling
  • Dianjurkan untuk istirahat yang cukup.
  • Berolah raga asal dilakukan dengan cara yang benar
  • Mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang

Perlu perhatikan jika setelah mendapat vaksinasi, tubuh kita akan menyesuaikan dengan virus Covid-19 yang sudah 'dijinakkan' itu. Sehingga menjaga tubuh tetap vit dan sehat membantu untuk meningkatkan efektivitas vaksin virus ini. Ingat ya, vaksin ini bukan obat.

KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) Covid-19

Setelah vaksin diberikan, para penerima vaksin dianjurkan menunggu selama 30 menit. Saat itu, tenaga kesehatan akan memantau dan memastikan tidak ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). KIPI bisa terjadi dengan menimbulkan beragam gejala yakni sifatnya lokal semisal nyeri bekas suntikan, bengkak di lokasi suntikan dan kemerahan pada pada bekas suntikan, atau sistemik seperti demam, dan sakit kepala.

Untuk antisipasi, berikut efek yang mungkin bisa terjadi pada orang yang divaksinasi Covid-19.

  • Di lengan di mana tempat disuntik bisa terasa nyeri dan mengalami pembengkakan. Jika terjadi kompreslah area lengan yang disuntik atau gerakkan lengan secara perlahan. Jika dalam 24 jam tidak mereda, segera hubungi kontak petugas terkait. 
  • Bisa dirasakan oleh tubuh yakni demam, menggigil, kelelahan hingga sakit kepala. Jika terjadi selama masa observasi segera melapor pada petugas di lokasi. Namun, jika terjadi keluhan itu kurang dari 24 jam maka segera menghubungi petugas kesehatan terkait.
  • Jika ada efek samping yang mengkhawatirkan atau tampaknya tidak akan pergi setelah beberapa hari segera melapor ke petugas kesehatan terkait.

Tetaplah menjaga kesehatan dan ingat selalu 5M (mengenakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumuman, dan menjaga mobilitas). Salam Sehat.

Disadur dari : https://www.popmama.com, www.bisnis.com

 

Puskesmas Oebobo melakukan kegiatan Vaksinasi covid-19 tahap 2. Vaksinasi dilaksanakan pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu Jam 09.00 s/d 12.00 WITA. Berlokasi di Puskesmas Oebobo.

Pelaksanaan vaksinasi dimulai pada hari Sabtu, tanggal 06 Maret 2021. Sebanyak 37 orang Lansia, 10 orang pelayanan publik dan 14 orang tenaga kesehatan telah divaksinasi pada hari tersebut.

Vaksinasi tahap 2 termin 1 ini diberikan kepada kelompok Lansia usia 60 tahun ke atas dan pelayan Publik. Dengan sasaran 400 orang kelompok lansia, 100 orang Kepala Sekolah SD se- Kota Kupang, 20 orang pegawai Pengadilan Negeri Kupang, dan 20 orang pegawai Kejaksaan Negeri Kota Kupang.

Sasaran penerima vaksin wajib membawa KTP (Kartu Tanda Penduduk). Di Meja 1 akan dilakukan pendaftaran dan verifikasi data. Di meja 2 sasaran penerima vaksin akan diskrining oleh petugas untuk memastikan layak atau tidak menerima vaksin Covid-19. Adapun sasaran yang layak diminta lanjut ke meja 3. Di sini dilakukan pemberian vaksin. Di meja 4 akan dilakukan observasi. Petugas mempersilahkan sasaran untuk menunggu 30 menit sebagai antisipasi bila ada KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). Nantinya penerima vaksin diberikan kartu vaksinasi dan penanda edukasi pencegahan Covid-19.

UPTD Puskesmas Oebobo, melaksanakan kegiatan pemeriksaan Polimerase Chain Reaction Swab atau yang dikenal dengan PCR swab. Pemeriksaan berlangsung di Puskesmas pada hari Jumat, 5 Maret 2021.

Berdasarkan hasil tracing Tim Surveilans puskesmas, terdapat 66 orang warga, yang merupakan kontak erat dari pasien meninggal yang terkonfirmasi positif covid-19, pasien dengan hasil pemeriksaan swab antigen positif, serta kontak erat dari pasien terkonfirmasi positif covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Oebobo.

Pemeriksaan dilaksanakan oleh petugas laboratorium puskesmas, surleilans puskesmas dan Tim 3 T.

Pemeriksaan PCR swab menggunakan sampel lendir yang diambil dari dalam hidung maupun tenggorokan. Sebab virus corona akan menempel di bagian dalam hidung atau tenggorokan saat masuk ke dalam tubuh. Hasil akhir dari pemeriksaan swab PCR ini nantinya akan benar-benar memperlihatkan keberadaan virus SARS-COV2 di dalam tubuh seseorang.

Setelah proses pengambilan sampel selesai, akan dilakukan pengiriman sampel untuk diproses lebih lanjut hingga diketahui hasil pemeriksaan tersebut.

Selama menunggu hasil, warga yang sudah diperiksa wajib menjalani protokol isolasi mandiri di rumah, di bawah pemantauan Tim Surveilans puskesmas.

Pemeriksaan PCR swab merupakan salah satu Upaya 3T. 3T terdiri dari pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment). Pemeriksaan dini menjadi penting karena dengan mengetahui lebih cepat akan dapat dilakukan perawatan dengan cepat dan tepat., serta menghindari potensi penularan covid-19 ke orang lain.

 

Puskesmas Oebobo Laksanakan Pemeriksaan PCR Swab

Jumat, 05 Maret 2021 14:01
Dipublikasi pada : Warta
Artikel Tags :

Bagi beberapa orang yang terkonfirmasi positif covid-19, telah menjalani masa Isolasi selama 14 hari, dan dikatakan sembuh, namun masih saja mengalami beberapa gejala covid-19. Hal ini disebut sebagai Long COVID-19. Long Covid-19 dapat tetap timbul dalam hitungan minggu, hingga bulan sejak pemeriksaan terakhir menunjukkan hasil yang negatif.

 

Beberapa Gejala dari Long COVID-19

Long COVID-19, yang disebut juga long-haul atau long-tail, adalah istilah yang digunakan orang-orang untuk menjelaskan jika seseorang mengidap gejala virus corona lebih dari dua minggu. Hal ini telah ditetapkan oleh WHO secara resmi dan mengartikan jika beberapa orang membutuhkan waktu yang lebih lama bagi virus tersebut. Agar berhenti menimbulkan gangguan pada tubuh seseorang.

Beberapa pengidap penyakit yang disebabkan oleh virus corona ini dapat mengalami masalah yang mungkin lebih parah dari beberapa gejala yang umum timbul, seperti batuk terus-menerus, demam, hingga hilangnya kemampuan untuk mengecap atau mencium bau. Meski begitu, gejala ini tidak dianggap menular kepada orang lain, hanya saja masalah yang dirasakan dapat terjadi dalam waktu yang lama. Berikut ini beberapa gejala dari long COVID-19:

 

1. Gejala yang Ringan

Seseorang yang mengidap masalah ini dapat merasakan gejala yang ringan dan juga berat. Beberapa gejala yang timbul saat mengalami gangguan yang ringan adalah kelelahan, sesak napas, nyeri otot, nyeri sendi, kehilangan ingatan dan konsentrasi, hingga depresi. 

Gangguan ini dapat menyebabkan beberapa orang kesulitan untuk menjalani aktivitas hariannya. Maka dari itu, jika kamu mengalami sesak napas dalam waktu yang lama, batuk yang sulit sembuh, hingga nyeri sendi dan otot, ada baiknya untuk memeriksakan diri agar dapat menghindari masalah yang lebih besar.

 

2. Gejala yang Lebih Parah

Hal lainnya yang harus kamu tahu adalah sekitar 10–15 persen kasus dari gejala long COVID-19 ini dapat berkembang menjadi penyakit berat di mana 5 persen menyebabkan sakit kritis. Disebutkan jika terjadi penurunan kapasitas fisik saat berolahraga dan tingkat kesehatan, yang secara signifikan lebih berisiko tinggi terhadap seseorang yang pernah mengidap SARS dalam 24 bulan terakhir.

Beberapa gangguan parah yang dapat terjadi, antara lain:

  • Jantung: Gangguan ini juga dapat berdampak buruk pada jantung yang meliputi kerusakan pada otot jantung dan gagal jantung.
  • Paru-Paru: Kamu juga dapat mengalami kerusakan jaringan paru-paru dan gagal paru restriktif disebabkan oleh virus corona yang terjadi dalam jangka panjang.
  • Otak dan sistem saraf: Masalah lainnya yang dapat terjadi pada otak dan sistem saraf adalah kehilangan indra penciuman (anosmia), masalah yang berhubungan dengan tromboemboli, seperti emboli paru, serangan jantung, dan stroke, hingga gangguan kognitif.

 

Lalu, apa yang menyebabkan beberapa orang mengalami gejala yang lebih lama?

Dikutip dari King's College London, seseorang yang mengidap penyakit ini dan dirawat di rumah sakit membutuhkan waktu beberapa bulan untuk pulih sepenuhnya. Meski begitu, semakin banyak bukti yang menunjukkan jika beberapa orang memiliki gejala yang relatif ringan dan dirawat di rumah juga bisa mengalami long COVID-19. Gangguan ini meliputi kelelahan yang luar biasa, jantung yang terus berdebar-debar, nyeri otot, hingga kesemutan.

 

Namun, hal yang perlu diketahui adalah setiap orang yang mengidap COVID-19 dapat merasakan gejala yang berbeda. Maka dari itu, kamu perlu memastikan jika gejala yang dirasakan benar berhubungan dengan long COVID-19 atau tidak dengan cara memeriksakan diri ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat.

Sumber : www.halodoc.com

Waspadai Gejala Long Covid-19

Rabu, 24 Februari 2021 01:13
Dipublikasi pada : Info Sehat
Artikel Tags :

Pemberian vaksin merupakan salah satu upaya yang dinilai paling efektif untuk mengatasi pandemi COVID-19 yang masih terus berlangsung. Mari ketahui apa saja manfaat vaksin COVID-19 dan siapa yang perlu lebih dulu mendapatkannya.

Vaksinasi dilaksanakan untuk melengkapi upaya pencegahan penyakit COVID-19, seperti memakai masker, mencuci tangan, juga menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

 

Manfaat Vaksin COVID-19

Vaksinasi atau imunisasi merupakan prosedur pemberian suatu antigen penyakit, biasanya berupa virus atau bakteri yang dilemahkan atau sudah mati, bisa juga hanya bagian dari virus atau bakteri. Tujuannya adalah untuk membuat sistem kekebalan tubuh mengenali dan mampu melawan saat terkena penyakit tersebut.

Sebenarnya, sistem kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit bisa terbentuk secara alami saat seseorang terinfeksi virus atau bakteri penyebabnya. Namun, infeksi virus Corona memiliki risiko kematian dan daya tular yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan cara lain untuk membentuk sistem kekebalan tubuh, yaitu vaksinasi.

Vaksin COVID-19 yang sudah tiba di Indonesia berisi virus Corona (SARS-CoV-2) yang sudah dimatikan. Dengan mendapatkan vaksin COVID-19, Anda bisa memiliki kekebalan terhadap virus Corona tanpa harus terinfeksi terlebih dahulu.

 

Ada banyak manfaat yang bisa diperoleh jika Anda mendapat vaksin COVID-19, di antaranya:

  1. Menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat COVID-19

Seperti yang disebutkan sebelumnya, vaksin COVID-19 dapat memicu sistem imunitas tubuh untuk melawan virus Corona. Dengan begitu, risiko Anda untuk terinfeksi virus ini akan jauh lebih kecil.

Kalaupun seseorang yang sudah divaksin tertular COVID-19, vaksin bisa mencegah terjadinya gejala yang berat dan komplikasi. Dengan begitu, jumlah orang yang sakit atau meninggal karena COVID-19 akan menurun.

  1. Mendorong terbentuknya herd immunity

Seseorang yang mendapatkan vaksin COVID-19 juga dapat melindungi orang-orang di sekitarnya, terutama kelompok yang sangat berisiko, seperti lansia. Hal ini karena kemungkinan orang yang sudah divaksin untuk menularkan virus Corona sangatlah kecil.

Bila diberikan secara massal, vaksin COVID-19 juga mampu mendorong terbentuknya kekebalan kelompok (herd Imunity) dalam masyarakat. Artinya, orang yang tidak bisa mendapatkan vaksin, misalnya bayi baru lahir, lansia, atau penderita kelainan sistem imun tertentu, bisa mendapatkan perlindungan dari orang-orang di sekitarnya.

Kendati demikian, untuk mencapai herd immunity dalam suatu masyarakat, penelitian menyebutkan bahwa minimal 70% penduduk dalam negara tersebut harus sudah divaksin.

  1. Meminimalkan dampak ekonomi dan sosial

Manfaat vaksin COVID-19 tidak hanya untuk sektor kesehatan, tetapi juga sektor ekonomi dan sosial. Jika sebagian besar masyarakat sudah memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik untuk melawan penyakit COVID-19, kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat bisa kembali seperti sediakala.

 

Kelompok Prioritas Penerima Vaksin COVID-19

Saat ini, jumlah vaksin yang tersedia di Indonesia masih belum cukup untuk diberikan kepada seluruh masyarakat Indonesia sekaligus. Maka dari itu, ada beberapa kelompok yang diprioritaskan untuk mendapat vaksin COVID-19 terlebih dahulu.

Berikut ini adalah beberapa kelompok yang termasuk prioritas vaksin COVID-19:

  • Tenaga kesehatan yang memiliki risiko tinggi untuk terinfeksi dan menularkan COVID-19
  • Orang dengan pekerjaan yang memiliki risiko tinggi tertular dan menularkan COVID-19 karena tidak dapat melakukan jaga jarak secara efektif, seperti anggota TNI/Polri, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lainnya
  • Orang yang memiliki penyakit penyerta dengan risiko kematian tinggi bila terkena COVID-19

Setelah semua kelompok prioritas di atas mendapat vaksin COVID-19, vaksinasi akan dilanjutkan ke kelompok penerima vaksin COVID-19 lainnya, mulai dari penduduk di daerah yang banyak kasus COVID-19 sampai ke seluruh pelosok Indonesia.

Dari fakta-fakta di atas, bisa kita lihat bahwa vaksin COVID-19 membawa banyak manfaat, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga bagi banyak orang. Oleh sebab itu, meskipun banyak beredar isu-isu seputar vaksin yang belum jelas kebenarannya, Anda tidak perlu ragu atau takut untuk menjalani vaksinasi COVID-19.

Selagi menunggu vaksin COVID-19 diedarkan, Anda harus tetap menjalani protokol kesehatan dan sebisa mungkin menghindari bepergian ke luar rumah atau berkumpul dengan orang banyak.

 

https: www.alodokter.com

 

Mengenal Vaksin Covid-19

Rabu, 10 Februari 2021 00:42
Dipublikasi pada : Info Sehat
Artikel Tags :

Donor plasma konvalesen belakangan sering kita dengar untuk menangani pasien covid-19 . Sebenarnya apa itu plasma konvalesen itu ?

Plasma konvalesen adalah plasma darah yang diambil dari pasien yang terdiagnosa covid-19 dan sudah 14 hari dinyatakan sembuh dari infeksi covid-19 yang ditandai dengan pemeriksaan Swab menggunakan RT-PCR sebanyak 1 kali dengan hasil negatif.

Pengambilan dan pemberian plasma konvalesen ini tidak bisa sembarangan. Sebab, pengambilan sampel plasma darah dari pasien sembuh (penyintas) Covid-19 sebagai donor, dan pasien penerima terapi plasma konvalesen itu juga akan dipilah sesuai dengan kategori dan persyaratan yang telah ditentukan.        Syarat donor plasma konvalesen Covid-19 Donor penyintas Covid-19 ini adalah mereka yang sudah pernah terinfeksi virus corona SARS-CoV-2, dan sembuh dari infeksi tersebut lebih dari 14 hari.

Donor penyintas ini nantinya akan diambil plasma darah di dalam tubuhnya dan teliti, hingga hasilnya akan diberikan kepada pasien Covid-19 yang sedang terinfeksi dengan gejala berat.

Berikut syarat untuk donor plasma darah untuk plasma konvalesen Covid-19.

  1. Berusia antara 18-60 tahun;
  2. Diutamakan laki-laki Jika perempuan, yang belum pernah hamil, karena perempuan jika telah menikah dan melahirkan perlu diperiksa anti Human Leucocyt Antigen (HLA), Human Neutrofil Antigen (HNA), dan Human Platelet Antigen (HPA).
  3. Sudah pernah terinfeksi Covid-19 (PCR positif) dan sudah dinyatakan sembuh/sehat dan dibuktikan dengan hasil laboratorium Bebas dari infeksi virus corona, atau telah sembuh minimal selama 14 hari
  4. Bebas dari virus, parasit atau patogen lain berpotensi bisa ditransmisikan melalui darah
  5. Memiliki titer antibodi yang cukup tinggi berdasarkan hasil uji netralisasi

Tidak semua pasien Covid-19 bisa menerima donor plasma. Sebab, harus disesuaikan dengan golongan darah donor dan penerima. Dan juga, terapi plasma konvalesen ini tidak diberikan begitu saja pada semua pasien Covid-19, melainkan hanya pada pasien dengan kondisi kritis.

Disadur dari : www.kompas.com, www.detik.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mengenal Donor Plasma Konvalesen

Rabu, 03 Februari 2021 06:08
Dipublikasi pada : Info Sehat
Artikel Tags :

Sebagai upaya antisipasi penyebaran dan penularan Covid-19, UPTD Puskesmas Oebobo melakukan Penyuluhan Keliling di kelurahan Oebob, pada Selasa, 2 Februari 2021. Penyuluhan keliling tentang covid-19 dilakukan dengan ambulans yang diberi pengeras suara untuk menjaga agar tidak terjadi kerumunan masa, serta melihat cuaca yang kurang mendukung.

 Melalui penyuluhan ini, masyarakat diberikan informasi tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19 secara benar. Merujuk pada fakta bahwa covid-19 yang semakin merajalela di Kota Kupang. Berdasarkan data Pusdalops NTT 1 Februari 2021, terdapat 1410 orang di Kota Kupang yang terinfeksi covid-19. Bukan jumlah yang sedikit. Hal ini menunjukan bahwa virus corona berada di sekitar kita.

 Fransisko Darjan, SKM, tenaga Penyuluh Kesehatan Masyarakat Puskesmas Oebobo juga menginformasikan tentang akibat dari tidak menerapkan protokol kesehatan secara benar, serta gejala yang timbul apabila seseorang terpapar covid-19, yaitu :

  1. Tenggorokan gatal
  2. Tenggorokan kering
  3. Batuk kering
  4. Temperatur/suhu tubuh tinggi (lebih dari 37ᵒc )
  5. Sesak napas
  6. Kehilangan kemampuan indera penciuman/pembau

 Juga, secara singkat dipaparkan 3 (tiga) tahapan covid-19, yaitu :

  1. Covid-19 hanya di hidung - waktu pemulihan adalah setengah hari. (Menghirup uap Minyak kayu putih, minum vitamin C. Biasanya tidak ada demam, Asimtomatik.
  2. Tertular di tenggorokan - radang tenggorokan, waktu pemulihan 1 hari (kumur air panas, air hangat untuk diminum)
  3. Jika suhu tinggi maka minum parasetamol. Vitamin C, B-complex.
  4. Jika parah baru minum antibiotik (sesuai resep dokter)
  5. Timbul di paru-paru- batuk dan sesak napas 4 sampai 5 hari. (Vitamin C, B kompleks, kumur air panas, oksimeter, parasetamol, tabung oksigen bila berat, banyak cairan diperlukan, latihan pernapasan dalam).

Masyakat juga perlu tahu bahwa pH virus Corona  bervariasi dari 5,5 hingga 8,5. Sehingga, yang perlu kita lakukan untuk membasmi virus adalah mengkonsumsi lebih banyak makanan yang bersifat basa di atas tingkat keasaman virus, seperti berikut ini :

  1. Buah Pisang
  2. Lemon hijau - 9,9 Ph
  3. Lemon Kuning - pH 8,2
  4. Alpukat - 15,6 pH
  5. Bawang putih - 13,2 pH
  6. Mangga - 8,7 pH
  7. Tangerine - 8,5 pH
  8. Nanas - 12,7 pH
  9. Selada air - 22,7 pH
  10. Jeruk - 9,2 pH

Penyuluhan Keliling Covid-19 di Kelurahan Oebobo

Rabu, 03 Februari 2021 04:11
Dipublikasi pada : Warta

Pandemi virus corona belum berakhir. Di sisi lain, kini sudah tiba musim penghujan. Upaya menjaga daya tahan tubuh harus terus dilaksanakan untuk mencegah terserang virus corona, sekaligus menangkal beragam penyakit yang sering datang saat musim penghujan.

Berikut ini beberapa cara untuk menjaga kesehatan di masa pendemi selama musim penghujan

1. Berjemur di bawah matahari pagi

Berjemur di bawah sinar matahari pagi baik untuk kesehatan karena tubuh mendapatkan asupan vitamin D. Untuk mendapatkan Vitamin D, kita memerlukan paparan sinar ultraviolet B yang muncul antara Pukul 09.30 - 14.30.

Untuk menjaga daya tahan tubuh, Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 merekomendasikan untuk berjemur di bawah matahari pagi selama 5-15 menit. Berjemur harus dilakukan rutin, minimal 2 sampai 3 kali seminggu.

2. Olahraga rutin

Cara menjaga daya tahan tubuh berikutnya adalah dengan berolahraga rutin. Olahraga baik untuk melepas stres sekaligus melancarkan sirkulasi darah di dalam tubuh.

Tidak perlu melakukan olahraga yang menguras tenaha karena kalau sampai terlalu lelah justru akan menurunkan imun tubuh kita. Lakukan olahraga teratur sekitar 150 menit per minggu, atau 30 menit per hari.

3. Minum air putih

Cara menjaga daya tahan tubuh berikutnya adalah dengan minum air putih sekitar 2 liter per hari. Kecukupan konsumsi air penting untuk menjaga fungsi tubuh tetap optimal.

Kekurangan minum air membuat fungsi tubuh menurun. Akibatnya, daya tahan tubuh pun rawan melemah.

4. Konsumsi vitamin

Cara menjaga daya tahan tubuh selanjutnya adalah dengan konsumsi vitamin dan suplemen. Tapi jangan sembarangan konsumsi vitamin dan suplemen.

Konsultasikan dengan dokter Anda, vitamin dan suplemen apa yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Biasanya, untuk menjaga daya tahan tubuh diperlukan vitamin C.

5. Pola makan

Cara menjaga daya tahan tubuh yang lainnnya adalah dengan menjaga pola makan. Konsumsilah makanan sehat dan gizi seimbang.

Ingat, malnutrisi akibat makanan tidak sehat dan tidak teratur dapat menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh. Kurangi makanan junkfood dan berlemak agar daya tahan tubuh terjaga. Perbanyak makanan yang mengandung serat.

6. Tidur cukup

Cara menjaga daya tahan tubuh selanjutnya adalah dengan istirahat cukup sekitar 7-8 jam per hari. Menjaga jam tidur merupakan cara untuk menjaga sistem imun tetap baik.

Tidur yang cukup dan pola tidur yang baik dapat menurunkan risiko stres yang dapat menurunkan imun pada tubuh. Jadi pastikan waktu tidur selalu tercukupi, kurangi begadang.

 

disadur dari : www.kesehatan.kontan.co.id

Menjaga Kesehatan di Masa Pandemi

Selasa, 08 Desember 2020 04:18
Dipublikasi pada : Info Sehat
Artikel Tags :

Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 terutama yang tanpa gejala (OTG) bisa sembuh meski hanya melakukan isolasi mandiri di dalam rumah.

Banyak pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 yang tidak memperlihatkan menunjukkan gejala apa pun. Dalam kondisi tersebut, pasien biasanya diarahkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah atau rumah aman.

Penyembuhan pasien terindikasi atau konfirmasi positif Covid-19 melalui isolasi mandiri di rumah dapat dilakukan dengan efektif jika pasien melakukan panduan yang mengacu pada Centers for Disease Control and Preventiton (sumsel.suara.com).

 

Tindakan yang yang harus dilakukan ketika di Rumah :

 A. Pasien :

1.  Mengukur suhu tubuh 2 kali sehari (pagi dan malam)

2.  Selalu menggunakan masker jika keluar kamar dan  insteraksi dengan orang rumah

3.  Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun sesering mungkin.

4.  Jaga jaga dengan keluarga

5.  Upayakan kamar tidur terpisah atau sendiri

6.  Berjemur dibawah sinar matahari minimal 10-15 meni

7.  Pakaian yang dipakai sebaiknya dimasukkan di dalam kantong platik dan terpisah dengan pakaian anggota keluarga yang lain.

8.  Ukur dan catat suhu tubu tiap jam 7 pagi dan jam  7 malam.

9.  Segera berinformasi ke petugas pemantauan jika suhu mencapai 38 derajat.

 

B. Lingkungan/ Kamar:

1.  Perhatikan ventilasi, jendela dan udara

2.  Membuka jendela kamar secara berkala

3.  Menggunakan APD saat memberishkan kamar.

4.  Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun sesering mungkin

5.  Bersihkan kamar setiap hari.

 

C. Keluarga

1.  Bagi anggota keluarga yang kontak erat dengan pasien sebaiknya memeriksakan diri ke RS/Puskesmas terdeka

2.  Anggota Keluarga senantiasa memakai masker

3.  Jaga jarak minimal 1 meter dari pasien

4.  Senantiasa mencuci tangan

5.  Jangan menyentuh daerah wajah kalau tidak yakin tangan bersih

6.  Ingat membuka jendela rumah agar sirkulasi udara teratur.

7.  Bersihkan daerah yang mungkin tersentuh pasien

 

Tata Laksana Pasien Terkonfirmasi Infeksi COVID-19

Sabtu, 21 November 2020 03:07
Dipublikasi pada : Info Sehat
Artikel Tags :
Halaman 1 dari 2